Be My GiRL ♥♥ PArT 7 ~ I LoV3 U, mY dEEr

Sudah hampir 2 minggu semenjak kejadian itu, uhm maksudnya ‘kissing accident’ Yoona selalu menghindari Yesung, setiap bertemu dengannya, pasti Yoona berusaha untuk menghindarinya, bahkan di setiap event SMTOWN world tour concert dan di event-event lainnya dimana group mereka yang menghadirinya.

Pernah suatu hari, tepatnya saat SMTOWN world tour concert in LA, Yoona dan Seohyun mau ke toilet nih ceritanya, terus dari kejauhan si Yoona sudah melihat Yesung yang sedang berjalan bersama Leetuk dan Siwon sambil mengobrol menuju kearahnya, karena ia tidak mau bertemu dengan Yesung, Yoona langsung membelok arah dan masuk ke sebuah ruang yang ternyata adalah …… TOILET KHUSUS NAMJA … Seohyun yang melihat tingkah Yoona hanya bisa melongo. Untung saja keadaan toilet cowok saat itu sedang sepi, coba kalau ada penghuninya, gimana tuh?

“Seohyun~ah sepertinya tadi aku melihat Yoona, kemana dia?” tanya Leetuk ketika mereka berpapasan dengannya.

“Akh…aniy..hehehe…aku hanya sendiri Oppa.” Jawab Seohyun yang tidak tahu harus bilang apa, masak dia harus mengatakan kalau Yoona masuk ke Toilet Cowok, ish..bisa jadi bahan tertawaan nantinya apalagi ada si Yesung yang paling suka jahilin Yoona.

“Oh…arraseo…” sahut Leetuk sambil berlalu meninggalkan Seohyun bersama Yesung dan Siwon.

Seohyun menghembuskan napas lega, seketika ia menoleh kearah samping ketempat dimana Yoona bersembunyi.

“Unnie~ah…mereka sudah pergi…” teriak Seohyun.

“Oh..keu re yo?” sahut Yoona sambil mengendap-endap dan celingak celinguk memastikan memang benar si Yesung dan lain-lainnya sudah tidak ada.

“Ne…” jawab Seohyun singkat sebelum ia melanjutkan “Unnie~ah, kenapa kau selalu menghindari Jongwoon Oppa, apakah kau marah padanya dan masih belum menerima kalau Oppa itu sudah punya yeojachingu unnie~ah?”

“Aniy…seohyun~ah..bukan itu, masalahnya adalah…” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya lagi ia menghembuskan napasnya pelan, ia ingin berkata kalau yeoja yang Yesung cium itu adalah aku, tapi mana mungkin aku katakan, batin Yoona, si Namja Pabo itu benar-benar membuatku pusing, pening, kepala ingin pecah dll …

“Unnie~ah, kenapa diam…kau ini benar-benar egois unnie, memonopoli Jongwoon Oppa untuk dirimu saja, Ya! apa kau tidak pernah memikirkannya, tentang masalah pribadinya, bahwa ia ingin berkencan dengan seorang yeoja. Setiap saat harus menjagamu. Unnie kau bukan dongsaeng yang baik untuknya, padahal kalian sudah bersama selama 7 tahun, kalau kau memang menyayanginya bukan begitu caranya…” sahut Seohyun panjang lebar.

Yoona hanya diam, ia tertegun dengan penuturan Seohyun, ‘hei..sejak kapan ia menjadi lebih dewasa daripada aku..dongsaengku memberi nasihat padaku’ batin Yoona. Tapi bukan itu masalahnya seohyun~ah…andai saja kau tahu…

“Ya!..unnie, kenapa jadi diam seperti itu…aish..rasanya perutku mulai sakit…apa kita jadi ke Toilet atau tidak?” sahut Seohyun sambil memegang perutnya.

“Oh..ne..ne..mian nde…” kata Yoona sambil menarik tangan Seohyun.

***

AT HANDEL AND GRETEL CAFÉ

Suasana di café seperti biasa, ramai oleh pengunjung, khususnya para fans Yesung dan Yoona, mereka sengaja mampir dengan alasan membeli beberapa minuman dan makanan padahal sebenarnya tujuan mereka adalah ingin bertemu dengan idolanya. Kalau tidak ada Yesung, maka sorotan mereka beralih pada Kim Jong Jin adiknya Yesung yang mukanya agak mirip dengan Yesung.

Yoona menghembuskan napasnya pelan, kali ini ia memberanikan diri ke Handel & Gretel Café, karena ia ingin bertemu dengan Nyonya Kim, sejak kejadian itu Yoona tidak berani ketempat itu karena tidak mau bertemu dengan Yesung disana. Dan selama itu Nyonya Kim selalu meneleponnya, menanyakannya kapan ia akan datang berkunjung ketempatnya itu, dan Yoona selalu menjawab, sekarang ini masih belum bisa karena ia masih full of schedule~nya dan juga untuk mengejar tayang K-drama yang ia bintangi yang berjudul “Love Rain”.

Tapi kali ini ia tidak bisa menghindarinya lagi, karena ia tidak bisa terus menghindari Nyonya Kim, dan lagipula ia sangat kangen dengan wanita ini. Dan saat ini adalah waktu yang tepat dimana Yesung tidak akan mungkin ke H & G café karena ia sedang ada jadwal untuk broadcasting di ShimShimTapa Radio bersama para member super junior lainnya dengan MC Radio~nya adalah Shindong, dan itu akan memakan waktu seharian penuh, dan mungkin sampai malam.

“Yoong…wae…kenapa melamun?” sahut JongJin tiba-tiba.

“Aish..Oppa, mengagetkan saja…” Yoona menjawab sambil mengerucutkan mulutnya. “Oppa…bagaimana kabar yeojachingu mu itu? Kudengar akan melanjutkan sekolahnya di London?” lanjutnya.

“Ne…darimana kau tahu Yoong, pasti eomma yang berbicara denganmu yah?”

“Akh…Ne…kemarin eomma cerita kau sempat kesal dengan Jongwoon hyung dan mengurung diri dikamar karena ia tidak mengijinkanmu pergi untuk menemuinya kemarin?”

“Ne…aish, padahal kemarin aku ingin meluangkan waktu untuk Nae Chagiya ke Lotte World … ish, kadang-kadang Jongwoon Hyung itu benar-benar mengesalkan… seharusnya ia mempunyai yeojachingu baru bisa merasakan bagaimana akan berpisah dengan pacarnya itu” sahut Jongjin masih dengan nada yang sangat kesal.

“Mwo…memangnya kapan berangkat Oppa?..Yeojachingumu itu?”

“3 bulan lagi sih” jawab Jongjin sambil nyengir kuda.

“Oppa~ah..kupikir 3 hari lagi..itu kan masih lama…Aish!” sahut Yoona sambil mengerucutkan mulutnya.

“Hehehe..iya sih Yoong. Ck, kalian berdua itu tidak tahu sih rasanya kalau akan berjauhan dengan pacar …Ne Arra…kalian berdua kan belum punya pacar, pantas saja…” Jawabnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Ya! Oppa…apa maksudmu…ish, sepertinya kau meremahkan aku Oppa huh…” sahut Yoona sambil memukul pundak Jongjin pelan.

“Jongjin~ssi, ada yang memesan the red devil, mianhae, mengganggu…tapi aku masih belum bisa membuatnya” Sahut Hwang Eun Sun salah satu pegawai H & G Café.

“Oh…Arrasseo…mari kucontohkan lagi…”

“Mwo…Oppa, the red devil…hei aku juga ingin tahu Oppa…” sahut Yoona, ia pun mengikuti Jongjin dan Eun Sun ke meja saji.

Jongjin pun mulai mengajarkan Eun Sun untuk membuat minuman tersebut dan diikuti oleh Yoona yang ikut belajar membuat minuman itu.

“Apa yang sedang kau buat Yoong” sahut seorang wanita lembut, ia berdiri disamping Yoona.

“Oh..eh..Eomma…Yoong sedang belajar buat The Red Devil…hihihi..tapi belum pas rasanya eomma, masih terlalu manis…” Jawab Yoona menoleh kepada wanita itu yang ternyata adalah Nyonya Kim.

“Ne…Yoong kau mau pudding coklat ? ini Eomma buatkan untukmu…” Nyonya Kim menyodorkan sepiring pudding coklat berbentuk hati kesukaan Yoona yang diatasnya diberi Vla rasa Vanilla.

“Oh…Aigoo…eomma, baik sekali…eomma gomawo nde..” jawab Yoona senang sambil menerima pudding tersebut dan lalu memeluk wanita tersebut.

“Ne…makanlah, eomma tinggal yah”

“Ne … eommanim…”

Nyonya Kim pun meninggalkan Yoona yang berjalan menuju dapur café. Yoona mulai melahap Pudding coklat itu dengan senang sambil berdiri disamping Jongjin, sementara Jongjin masih sibuk mengurusi pesanan dari para pengunjung café.

“Omo…Oppa…Oppa…”

“Yesung Oppa…”

“Oh My God…Kim Jong Woon…”

Teriak para gadis-gadis yang berada dicafe secara tiba-tiba. Suasana di cafe tersebut seketika itu pun menjadi riuh.

‘Hyung..?’ guman Yoona bingung sambil mendongakkan kepalanya sedikit untuk menyakinkan apakah benar yang datang adalah Yesung.

Yesung keluar dari kerumunan para Fans, sambil tersenyum ia jalan menuju kearah Jongjin dan Yoona. Yoona pun terkejut dibuatnya, ‘loh, bukankah hyung hari ini ada broadcasting radio’ batinnya.

Yesung menghampiri Jongjin dan memukul bahunya kencang, Jongjin meringis kesakitan.

“Aish..hyung~ah” teriak Jongjin sebelum melanjutkan “Loh..hyung, bukankah hari ini kau ada broadcasting di SSTP? Apakah di cancel?”

“Ah…aku bangun kesiangan dan sedang malas untuk datang…” Yesung membalasnya dengan tersenyum. Lalu ia mengalihkan pandangannya kearah Yoona yang sejak tadi melihatnya.

‘Deg’…Yoona tersentak kaget ketika Yesung menoleh kearahnya, ia merasakan debar jantungnya berdetak kencang dan ia berusaha menutupinya dengan kedua tangannya diatas dadanya agar tidak terdengar.

‘Aish…ada apa denganku…kenapa bisa berdebar seperti ini’ batin Yoona ketika ia berada dekat didepan Yesung, namja yang selama ini ia hindari. Yesung memicingkan matanya dan menatap kearah Yoona yang sedang salah tingkah, ia berjalan menghampirinya. Tahu akan dihampiri Yesung, Yoona berjalan mundur, selangkah demi selangkah, ia ingin menghindarinya.

“Ya!…tu…tunggu…” sahut Yesung sambil menarik tangan Yoona “kau mau kemana Yoona?”

Yoona menghentikan langkahnya.

“Aku ingin bicara denganmu Yoona…” sahut Yesung kemudian sambil menarik tangan Yoona.

***

LT. 3 KAMAR YESUNG

Yoona berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Yesung, dan berusaha untuk keluar dari ruangan itu. Tapi Yesung berhasil mengambilnya kembali dan menariknya untuk tidak keluar.

“Ya!..kenapa kau selalu menghindariku Yoong?!!” teriak Yesung mulai kesal.

“Mwo…hyung…wae kau membentakku?” sahut Yoona kesal sambil berbalik menatap Yesung.

“Kenapa kau bersikap seperti itu denganku…apakah karena kejadian itu kau seperti ini…itu semua salahmu hingga aku menciummu…seharusnya kau berterima kasih padaku !!!”

“Hah…apa katamu, salahku? Ya! Jongwoon~ssi, apa aku tak salah dengar…”

“Mwo…kau berani memanggilku dengan Jongwoon~ssi…”

“Ne…Kim Jong Woon~ssi, kau ini sungguh keterlaluan, kau yang salah kenapa harus aku yang meminta maaf padamu, kau tahu … kau sudah membuat 3 kesalahan kepadaku…”

“Mwo…3 kesalahan ? Aish …Jinja…dasar gadis keras kepala ” Sahut Yesung dengan senyuman sinis.

“Ne…3 kesalahan, pertama…kau sudah membuat hariku tidak menyenangkan, dengan mempergunakankanku untuk kau bisa berkencan dengan Shin Sol Ki, yeojachingumu itu … yang kedua…kau juga sudah mengacaukan kencanku dengan Taecyoon Oppa, dan sampai dengan sekarang, aku merasa tidak enak dengannya, dan tidak tahu harus berkata apa dengannya…”

“Tu…tunggu…jadi waktu itu kau berkencan dengannya…Aish…” sahut Yesung sambil tersenyum evil, ia senang rupanya ia berhasil mengacaukannya.

“Ne…dan ketiga…” Yoona terdiam sejenak menghembuskan napasnya pelan “Kau menciumku … kau tahu, itu adalah ciuman pertamaku … malah kau mengatakan itu hanya ‘kissing accident’ dan sepertinya kau hanya iseng … aigoo Hyung … aku tidak mengerti dirimu, kau ini benar-benar sangat menyebalkan…”

“mwo…first kiss…? Ya! Kau bercanda kan, kau pernah melakukannya di adengan serial dramamu, dan melakukan kiss scene dengan pasangan mainmu…”

“Aish…Jongwoon~ssi, kau ini memang benar-benar sangat menyebalkan” sahut Yoona mulai kesal “Apakah kau memang benar-benar beradengan ciuman saat kau bermain dalam drama musical Hong Gil Dong dengan pasanganmu mainmu saat itu?” sahut Yoona mulai kesal.

‘Deg’ Yesung terhentak kaget, memang benar sih pada saat ada adengan kiss scene saat ia berperan dalam drama musical Hong Gil Dong, ia benar-benar tidak melakukannya, saat wajah mereka berdekatan ia menutupinya dengan kepalanya sehingga seperti benar-benar berciuman dan itu adalah siaran langsung. Apalagi sekuel drama korea yang dimainkan oleh Yoona dan tidak secara langsung, ada adengan yang di edit dan digantikan oleh stuntman (peran pengganti) dan ada beberapa melalui tahap komputerisasi, sehingga itu benar-benar terjadi.

“I Hate You, hyung…” lanjut Yoona sambil melepaskan tangannya dari Yesung dan berlari menuju pintu kamar.

Yesung mengejarnya dan memeluknya dari belakang.

“Lepaskan aku hyung…” sahut Yoona meronta.

Yoona berusaha untuk melepaskan diri dari pelukkan Yesung, namun tidak sedikitpun Yesung mau melepaskan pelukkannya malah ia makin mempereratnya.

“Mian…mianhae…Yoona…” sahutnya dengan nada pelan ditelinga Yoona sebelum melanjutkan “biarkan seperti ini untuk sesaat arra …Yoona~ah … bogoshipoyeo…”

‘Deg’ seketika Yoona terdiam, tubuhnya terasa kaku ketika Yesung memeluknya dan mengatakan hal itu. ‘Mwo? apa aku tidak salah dengar?’ batin Yoona

“Jangan berkencan lagi dengan Taecyoon, jebal…jangan menghindariku lagi Yoona, mianhae Yoona~ah …” sahut Yesung lembut, ia pun membalikkan tubuh Yoona untuk berhadapan dengannya dan kedua tangannya masih berada di bahu Yoona.

Yoona masih terdiam dan menundukkan wajahnya, sepertinya ia tidak dapat berkata apa-apa dan masih tampak kesal bercampur terharu karena Yesung mengatakan hal-hal yang ia ingin sekali dengar dari Yesung… bogoshipoyeo … iiihhh… Oppa tolong ulangi lagi… bogoshipoyeo…dengan wajahnya Yesung yang cute…OMG…#author mo nge~bayangin dulu… ^_^

Yesung menarik napas dalam-dalam, lalu ia terdiam dan menundukkan wajahnya sambil berkata “Hariku sepi tanpamu…karena tidak ada yang bisa kujahili…aish bukan itu…maksudku…kalau aku katakan…kau pasti akan semakin membenciku…tapi biarlah, kau memang sudah membenciku ?”

Yesung mendesah pelan dan lalu mendekatkan wajahnya kewajah Yoona.

“Yoona … I love you my deer … neoreul saranghadago alyeojugo shipeosseo (aku hanya ingin mengatakan I Love You)…” sahutnya pelan.

“Hyung…” lirih Yoona tersentak kaget, ia sedikit mengangkat wajahnya melihat kearah Yesung dengan pandangan tidak percaya.

“Bukan mencintai terhadap dongsaeng, tapi seorang namja yang mencintai yeoja … Yoona, mian kalau ku katakan aku menyukaimu sejak bertemu denganmu 7 tahun yang lalu, dan saat ini aku tidak bisa menahannya lagi untuk tidak mengatakannya” sahut Yesung sambil melepaskan tangannya dari bahu Yoona.

Yesung membalikkan badannya dan membelakangi Yoona.

“Kau pasti terkejut dan semakin membenciku Yoona, bahwa semua yang aku lakukan adalah karena aku menyukaimu … aku ini hyung yang bodoh dan menyebalkan nde … ” lirih Yesung pelan

“Yoona mulai saat ini, kau boleh tidak bertemu denganku lagi, kau boleh tidak menganggapku hyung~mu lagi, mianhae Yoona, Doo beon dashineun majo ochiji malja (mulai sekarang jangan menemuiku lagi) dan sekarang kau boleh pergi…”

“Apakah harus seperti ini hyung…” sahut Yoona ia mulai menangis.

“Ne…” jawab Yesung singkat sambil berharap Yoona tidak meninggalkannya.

Cry YoonaYoona menutupi mulutnya dengan telapak tangannya agar isak tangisnya tak terdengar, sambil menahan air matanya yang keluar yang mulai membasahi pipinya. Ia tidak percaya Yesung akan mengatakan hal itu dan lalu menyuruhnya untuk tidak menemuinya lagi. Yoona segera pergi meninggalkan Yesung dikamarnya. Ia menutup pintu kamar Yesung dan lalu menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar tersebut masih dengan berlinangan airmata.

Yesung merebahkan tubuhnya ke sofa, ia menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong. Yoona menolaknya dan benar-benar pergi meninggalkannya, selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan, yeoja itu benar-benar menganggapnya hanya sebagai sunbae saja, Yesung menutup matanya pelan, bulir-bulir airmata keluar dari mata sipitnya…

#author Pov…mau nangis…sedih banget…hik…hik…hik…# rhythm~nya lagu Love is really hurt ~ Sarang cham apeuda neomu ahpeuda …

“Yoboseyo..wook~ah”

“Oh…ne…Jongwoon hyung, waeyo…”

“Kau ada dimana wook~ah?” sahut Yesung dengan suara parau.

“Aku ada di Sukira bersama Sungmin ehm…sekarang sedang break … waeyo hyung … ada apa denganmu, kenapa suaramu seperti itu?” Tanya Ryeowook yang mulai kuatir karena Yesung tidak biasanya meneleponnya dengan nada bicara seperti itu, biasanya ia akan berteriak dan memanggil Ryeowook dengan suara keras.

“Wook~ah…aku sudah mengatakannya pada Yoona~ssi…tentang perasaanku…”

“Lalu…?” tanya Ryeowook tidak sabar, hanya Ryeowook yang tahu kalau Yeoja yang Yesung cium ditaman itu adalah Yoona, ketika Yesung menceritakan hal itu beberapa minggu yang lalu, ia sempat kaget, tapi tidak heran karena ia satu-satu orang yang tahu betul kalau Yesung itu menyukai Yoona sejak dulu, setiap apa yang terjadi dengan Yoona dan dirinya, Yesung selalu menceritakan kepada Ryeowook, …hehehe~ semacam tempat curhat gitu…namanya juga Ye~Wook couple.

Yesung mendesah pelan, lalu berkata “Ia…menolakku Wook~ah…hik…hik…hik” Yesung tidak dapat menahan tangis dan airmatanya saat mengatakan hal itu kepada Ryeowook. Yah, siapapun yang telah ditolak pasti akan merasakan sedih, apalagi kalau kasusnya seperti si Yesung Pabo.

“Hyung…” Ryeowook mendesah pelan “Kau ada dimana?, Aku akan ketempatmu sekarang, tunggu aku nde…”

“Tidak usah wook~ah…aku hanya ingin sendiri…kau tahu…Shindong~ah benar, kalau aku type yang selalu ditolak wanita … ternyata mempunyai wajah tampan dan bersuara bagus tidaklah menjamin seseorang nde…” sahut Yesung sambil tersenyum miris.

“Eh…hehe…hyung…jangan kuatir… bagiku kau masih yang tertampan…”

“Ne….molla…wook~ah…hehehe…ku tutup teleponnya, nde…”

“Ne…hyung~ah…Fighting…Kim Jong Woon tampan…hehehe…”

Klik…

Yesung menutup telepon sambil tersenyum, Ryeowook sedikit menghiburnya, tapi hatinya masih sakit, sakit ditolak oleh yeoja yang ia sukai selama 7 tahun. Yesung kembali mencoba menutup matanya pelan, semoga saja ini hanya mimpi.

***

Yoona bersandar dibalik pintu kamar Yesung sambil menangis dan mengumpat… “dasar namja bodoh…mengapa kau katakan hal itu…pabo…pabo…hyung pabo…”. Ia mulai berjalan menuruni anak tangga sambil tangannya mengusap air matanya. Sesampainya dibawah, ia melihat Jongjin yang sedang tersenyum dan melambaikan tangannya kearahnya.

“Yoong…kemari, aku punya permainan PSP terbaru…” sahutnya.

Yoona tidak menjawab, ia datang menghampirinya sambil menundukkan kepalanya.

“Ya…Yoong ada apa? Apakah bertengkar lagi dengan Jongwoon hyung?” sahut Jongjin yang melihat Yoona seperti habis menangis.

Yoona masih terdiam.   Ia mendesah napasnya pelan, ‘Yoona apa yang kau lakukan, kenapa hanya diam…katakan sekarang atau kau akan kehilangan namja itu untuk selamanya’ batin Yoona. Ia menutup matanya dengan kencang seolah-olah menyakinkan dirinya untuk melakukan sesuatu. Yoona membuka matanya pelan, lalu menyemangati dirinya sendiri, sambil bergumam ‘Hwaiting…’

“O…” sahut Jongjin yang terkejut melihat Yoona yang berubah tiba-tiba.

Yoona segera menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Yesung, ia merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Anak tangga yang ia naiki terasa panjang. Langkah Yoona terhenti ketika berada didepan pintu kamar Yesung, lalu dengan keyakinan diri ia menarik daun pintu kamar tersebut dan membukanya. Dilihatnya Yesung yang sedang berbaring disofanya, ia sedikit agak tersentak kaget rupanya.

Yoona mengambil bantal dari tempat tidur Yesung dan berjalan menghampiri Yesung. Setelah berdekatan, ia pun memukul-mukulkan bantal yang ia pegang kebadan Yesung. Yesung berdiri dari tidurnya dan segera berusaha menahan bantal yang dipukulkan Yoona ke badannya.

“Hei..Yoona, apa yang kau lakukan…aish…apa kau benar-benar membenciku?” sahut Yesung sambil tangannya berusaha menahan bantal tersebut.

Bantal tersebut pun berhasil diraih Yesung dan ia menahannya agar Yoona tidak memukulnya lagi. Yesung dapat melihat Yoona yang masih menangis sambil mengenggam bantal tersebut. Yoona terdiam dan menundukkan wajahnya. Tidak lama ia mengangkat wajahnya kearah Yesung dengan tatapan tajam.

“Ya!…Hyung Pabo, dasar Pabo!” teriaknya.

Yesung terhentak kaget.

“Mengapa tidak pernah mengatakannya Oppa…” sahutnya lagi dengan intonasi suara yang sedikit agak rendah sambil menutup bibirnya.

“Mwo…apa, kau memanggilku Oppa…” kata Yesung kaget sekaligus senang.

“Ne…Oppa…” sahut Yoona pelan hampir tidak terdengar.

“Jongwoon Oppa … Dashin na gateun saram saranghaji malgo (jangan mencintai orang lain seperti kau mencintaiku) … Oppa, mian tapi aku tidak bisa untuk tidak menemuimu lagi … andwae Oppa… itu tidak mungkin, Oppa boleh menjahiliku dan aku tidak akan marah…Oppa, Saranghaeyo…nado nae bogoshipoyeo…” sahut Yoona lirih dan seruannya itu membuat bulir – bulir airmatanya kembali mengalir perlahan membasahi kedua pipinya.

Yesung terhentak kaget, dan senyum mulai mengembang di bibirnya. Yesung segera menarik tangan Yoona dan membawanya kebadannya, ia memeluknya sangat erat dan membiarkan gadis itu untuk menangis beberapa saat dalam pelukannya. Tak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan. Yesung terus memeluk Yoona hingga dia menjadi sedikit tenang.

Yesung lalu melepaskan pelukannya dan Yoona masih menangis, dia menundukkan kepalanya sambil terisak. Yesung mengulurkan kedua tangannya dan menyentuh kedua pipi gadis itu dan mengangkat kepalanya agar gadis itu menatapnya.

“Jeongmal mianhae…” kata Yesung kembali menatap kedua mata gadis itu yang sudah berair. “Mianhae, aku tak bisa kehilanganmu, saranghaeyo my deer” Lanjut Yesung sambil menyeka air mata Yoona.

Yoona menatap Yesung dengan tatapan berkaca–kaca “Ne Nado Saranghaeyo Ddangkomang Appa…” katanya lirih sambil tersenyum.

Yesung mengecup dahi Yoona dan lalu mendekatkan wajahnya kearah Yoona hingga jarak bibir mereka sudah sangat dekat. Rona pipi Yoona sudah memerah sempurna, dan ia mulai menutup kedua matanya pelan. Yesung pun menempelkan bibirnya ke bibir Yoona. Awalnya hanya menempel, lalu Yesung membuka mulutnya sedikit dan mengambil bibir Yoona dengan mulutnya dan melumatnya. Lumatan lembut dan lambat.

Yesung melepaskan ciumannya dari Yoona, sambil tersenyum ia memegang dadanya, terasa olehnya bahwa jantungnya berdetak kencang. Ia tidak dapat menahan perasaan senangnya itu, ia melihat kearah Yoona yang masih menunduk menahan malu sambil tersenyum. Lalu ia kembali mengangkat wajah Yoona dengan kedua tangannya yang masih menempel di kedua pipi Yoona.

“Yoona…nae chagiya…” sahut Yesung lembut.

“Oppa……” balas Yoona pelan.

“Aish…aku tidak percaya…apakah aku sedang bermimpi…cubit aku Yoona”

Yoona membalasnya dengan mencubit pipi Yesung dengan kencang.

“O…oiyo…aish…sakit sekali…” sahut Yesung, lalu ia mengusap-usap pipinya yang kesakitan.

“Omo…Oppa yang menyuruhku kan…” Yoona tersenyum.

Yesung tersenyum, ia mengelus-elus kepala Yoona dengan lembut dan lalu memeluknya dengan erat dan … ehem… mulai menciumnya lagi…… kissing again… LOL…

#udah dulu yah …hihihi~ udah blushing on my cheek nih, jadi malu … lagu intro~nya I’m behind you ~ Yesung Feat. Jang Hye Jin…#

 

***

TO BE CONTINUED

Don’t Forget to give commentnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s