[Twoshoot] Belived of Love (Part 1)

TITLE: Belived of Love

AUTHOR: Starlife

MAIN CAST: Yesung Super Junior, Yuri SNSD, Minho Shinee, Kristal f(x),

GENRE: Romance, Sad, Angst, !!!!!

LENGHT: ONE SHOOT

Disclaimer: Annyeong….aku aku author baru diblog ini. sebenarnya ini bukan FF ku. Tp ini ff titipan dr temenku. Kebetulan jg Yulsung and Minstal Shipper.

Gak usah cing – cong lagi…langsung aja ya!!..

#mian temenku baru masuk didunia per-FF-an. Jd maklum ya, ini FF pertamanya.

#mian masih banyak typo.

* * * * *

Angin semilir membelai rambut Yuri. Ditepi Pantai yang sepi ia memandang garis cakrawala pantai. Cuaca dingin tak hiraukan, ia tetap mencoba memandang langit dan mencari apa yang ia dapat temukan. Sebuah panorama dimusim dingin yang indah, tak sekalut hatinya yang tetap dingin.

“sudah berapa lama kau mencari jawaban dari langit??”. Sebuah suara bass menegurnya dari belakang. Seulas senyuman tipis berkembang dibibirnya, bibirnya terangkat keatas dan membalas senyuman seorang namja yang kini telah menjadi pengisi hidupnya. Namja itu memasukkan satu tangan pada saku celanya dan berjalan mendekatinya. Namja itu segera memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagu pada bahunya serta tak lupa mengecup pipinya yang putih itu.

“Yesung – ah. Wae, kau kemari??.” Yesung tak mau mendengarnya tapi malah semakin mengeratkan pelukkannya.

“apa kau tak merindukanku selama 3 hari ini, karena kita tak bertemu, Apa kau tidak bosan Myung Woon kau taruh pada Appamu?..” . Yuri kemudian tersenyum dan membalikkan badannya dan segera membalas pelukan namja itu. “ Bogoshipo Yeobo…”

“nado, chagiya.” kini mereka berdua duduk menekuk lututnya memandang senja sore di pantai yang sepi ditemani deburan ombak.

“sudah kuputuskan, aku akan menemuinya.” desah Yuri pelan.

“apa kau sudah siap?.” Yesung menatap Yuri, tapi Yuri masih memandang kedepan.

“ molla.” apa pun hasilnya aku harus menemuinya. Yesung mengecup kening Yuri sekilas dan membenamkannya dalam pelukannya. “kajja, kita pulang Myung Woon sudah merindukanmu.”

* * * * *

Mobil mewah itu kini tengah melaju kesebuah desa kecil diperbukitan tepatnya di penggiran kota Chungnam  yang berbukit. Yeoja itu segera turun dari mobilnya dan lebih memilih berjalan menuju rumah yang dikategorikan mewah didesa tersebut. Yuri memandang rumah tersebut dengan nanar, setelah sekian lama memandang ditatapnya dengan seksama rumah tersebut. Tak terasa air matanya jatuh karena peristiwa 8 tahun lalu.

 

Flashback..

Seorang Yeoja setengah baya tengah memaksa dan menyeret putrinya menuju rumah tradisional korea yang tergolong mewah tersebut. “ kau harus tinggal dengannya, karena aku telah resmi menikah dengannya”. Bentak seorang yeoja itu pada putri satu – satunya. Gadis itu segera melepas tangannya dari sang umma dan membalikkan mukanya. “kau ini anakku, jadi kau harus menuruti semua perkataan ummamu ini, semua ini demi kebahagiaanmu.”

Dengan baju yang sedikit kusut dan rambut panjang terlepas dari ikatannya ditambah dengan tiupan angin yang sedikit kencang gadis masih tetap saja memperlihatkan raut muka tidak suka pada sang ibu. “ Kebahagiaan??….sudah berapa lelaki kau bodohi untuk kau ambil uangnya?..apa belum cukup, dan sekarang lelaki yang keberapa yang kau nikahi?..” . Sang ibu yang merasa tersinggung dengan kata – kata putrinya itu segera mengangkat tangan dan….

Plakkkk…..

Sebuah tamparan mendarat dipipi putihnya. “ jaga ucapanmu Yul…aku ini ibumu!.”

“Cih…sejak kapan kau mengaku menjadi ibuku..apa aku pernah mendapat kasih sayang seorang ibu layaknya anak lain, bahkan setiap hari kerjamu hanya  menipu beberapa laki – laki dan mengambil uangnya…, biarkan aku kembali bersama appa, karena hanya dia yang aku punya”.

“appamu sudah mati….sudah mati untuk memberi uang untukku…”

“kau yang akan mati, mati karena uang….” teriak Yuri didepan mukan sang eomma.

Yuri melepas tangan ibunya, dan mencoba kabur tapi segera perempuan itu segera menarik pergelangan tangan Yuri.

Plakk……sebuah tamparan kini mendarat kembali dipipinya. Hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.

“Hentikan nyonya, apa kau mau menyiksa anakmu sendiri!. seorang namja mendekati pertengkaran mereka dan berusaha menahan tangan dari seorang ibu.. dan segera menarik tangan Yuri menjauhi ibunya..

“memang siapa kau berani – beraninya melawawank?. Lepaskan dia!. Dia anakku, aku yang berhak atas dia!.”

“ aku Kim Yesung!. jebal lepaskan anakmu itu. Perlakuanmu sudah keterlaluan nyonya.” Teriaknya lantang.

Segera nyonya itu menarik pergelangan tangan Yuri secara kasar dan membawanya masuk kedalam rumah.

 

Flashback End……….

Seseorang tengah menepuk pundak Yuri. Yuri berbalik menghadapnya dan mencoba menghapus airmatanya yang jatuh. Seorang yeoja yang lebih muda itu kemudian menyunggingkan senyum tidak sukanya pada Yuri. Tapi Yuri hanya terdiam. Sekilas ia memandangnya, masih sama seperti dulu. Pemarah dan egois.

“kau beraninya datang kembali, kau itu bukan siapa – siapa lagi dikeluarga ini. Untuk apa kau datang kembali?.”

Yuri masih terdiam dan mencerna kata – kata dari yeoja yang bernama Jung Kristal itu. Tapi tak sepatah katapun keluar dari mulut Yuri. Dengan muka yang sedikit amarah Jung Kristal mendorong Yuri hingga terjatuh dia tersungkur. Yuri masih terdiam dengan muka datarnya.

“kau ini sampah yang sudah dibuang,  bahkan oleh ibumu sendiri. Dasar Yeoja murahan tak punya harga diri masih pantaskah kau datang kesini?”.

Yuri yang sedari tadi masih diam segera angkat bicara. “jaga ucapanmu Jung Kristal, aku tak serendah itu”.

“oh, ya..siapa orang yang tertidur 7 tahun lalu digudang dengan seorang laki – laki dan hanya memakai pakaian carut marut dan saling berpelukan dengan laki – laki itu heh?…”

 

Flashback……………..

“Yesung – sshi apa kau tahu tempat yang jauh untuk menghilang?.” Yesung hanya membalasnya dengan senyuman.

“mengapa kau berkata seperti itu Yuri- sshi, apa kau tak puas dengan keadaanmu saat ini?.”

Seperti biasa Yuri bersikap dingin terhadap semua orang dan berlalu meninggalkannya. Yesung yang melihatnya segera mengikuti dengan sepedanya. Disejajarkannya sepeda dengan langkah Yuri yang terhitung cepat. “mianhae Yuri – sshi. Yuri tak menghiraukan perkataan Yesung. Ia terus berjalan dan berjalan menapaki jalanan yang berbatu dan turun menuju kesebuah danau yang teramat tenang.

“Yuri – sshi, kau bisa membantuku membawa sepeda ini?.” Pinta Yesung sedikit berteriak pada Yuri.

Hanya tampak muka yang angkuh yang dapat ia berikan. “pergilah!. Kau tak usah mengikutiku!.” Yesung tetap tersenyum sambil menenteng sepedanya untuk turun ke lembah yang sedikit curam meskipun perkataan Yuri yang ketus terus menghujamnya.

“awas Yuri- sshi!!.” Teriak Yesung. Dan

Bruk…………..

Darah mengucur deras dari lutut Yuri, tapi ia tak menghiraukannya, ia hanya mau berjalan dan berjalan terus sampai rasa yang ada dalam dirinya menghilang. “ Yuri – sshi, kakimu..” ucap Yesung menggantung.

“kau siapa?. Apa pedulimu?. biarkan aku disini, jangan pedulikan aku!. Aku sudah tak punya siapa – siapa lagi disini.” Tanpa ba – bi – bu Yesung segera menggendong Yuri menuju klinik terdekat. Yuri meronta – ronta da kakinya menendang – nendang ke udara. “lepaskan aku, kau gila Yesung – sshi.”

Hanya tatapan kosong yang ia lihat saat Yuri mengalami jahitan dilututnya. Entah berapa jahitan yang bersarang dilututnya dan apa itu terasa sakit, bahkan mungkin rasa sakitnya telah mati seiring dengan penyiksaan batin yang ia alami setiap hari. Sekarang yang dipikirkan adalah bagaimana ia mengakhiri ini semuanya.

“kau harus pulang dan harus istirahat…”.

“lepaskan aku!. Aku mau pergi dari sini, lebih baik kau urusi urusanmu sendiri!!.”

Yesung yang tak tahan dengan perkataan Yuri segera menggendongnya kembali, dan mendudukannya di depan  sepeda, dan segera Yesung mengkayuh sepedanya hingga sampai rumah Yuri. Ada sedikit perasaan hangat yang Yuri rasakan saat bersama Yesung, inikah rasanya mendapat perhatian???.

* * * * *

“kau, dari mana??!!. Tanya seorang Yeoja yang begitu ketus terhadapnya. Yuri tak menjawabnya. Yuri hanya berjalan melewatinya sambil terseok – seok. “sepertinya aku harus bersyukur, karena kau telah mendapat karmamu sendiri, belum puas kau merebut perhatiaan appa dariku dan sekarang kau sudah merebut Minho dariku. Itu balasan untuk Yeoja sepertimu. Ia hanya menatapnya tajam dan tak membalas perkataan Kristal tersebut. “wae kau menatapku? Ada yang salah Yuri –sshi?.”

Plakk…………sebuah taparan dari Yuri berhasil mendarat di pipi Kristal. “kkkaa…aau, berani kau denganku?. siapa kau beraninya seperti ini terhadapku?. Dan….

Plakk!!.

Kali giliran Kristal yang menamparnya. Segera Kristal menjambak rambut Yuri . “jauhi, Minho oppa, atau aku akan memperlakukanmu lebih bengis lagi!.”

“shirreo!.” kini Yuri yang menjambak rambut kristal. Batas kesabarannya telah habis karena berhadapan dengan Yeoja seperti ini.

”Jung Kristal!!. Suatu saat kau akan merasakan yang lebih pedih dari ini!!. Dengar itu Jung Kristal!!. Yuri berteriak dihadapan muka Kristal dan masih mejambak rambutnya.

“apa yang kalian berdua lakukan,?. Yul?,.  apa umma pernah mengajarimu seperti itu?.”

“Kristal, Yuri cepat kalian ikut Appa!!.”

“Tunggu yeobo, biarkan Yuri ikut denganku dahulu setelah itu kau boleh hukum Yuri karena perbuatanya.” Yuri hanya mampu memandang sinis semua orang yang tengah menjugde-nya sebagai tersangka.

* * * * *

@Kamar Yuri

“masuk!!!. Cepat masuk!.” Yeoja yang diketahui bernama Victoria itu segera menyeret Yuri masuk kedalam kamar menjatuhkannya sehingga tersungkur disebelah ranjang.

“apa pernah aku mengajarimu seperti itu, kau pikir kau siapa seenaknya menjambak rambutnya, kita ini hanya menumpang dirumahnya belum juga mendapatkan hartanya. Jawab pertanyaan umma, apa yang kau lakukan padanya?.” Yuri masih terdiam seolah tak merespon perkataan eommanya.

Jawab pertanyaan umma Yul… Emosi Victoria memuncak hingga ia lepas kendali dan kembali mendorongnya.

Yuri berdiri sekuat tenaga, dan mencoba mendekati ibunya, raut mukanya penuh amarah memendam emosi yang suatu saat akan meledak. Rambutnya tergerai tak menentu menutupi wajahnya. Ia menatap ibunya penuh kebencian. “ jika aku bercerita yang sebenarnya apa kau akan percaya heh??. Yang kau peduli hanya harta, uang dan kekuasaan, apa kau peduli terhadapku?.”

“jaga ucapanmu Jung Yuri..”

“MWO!!!.”  Jung Yuri?. Cih…sejak kapan margaku menjadi Jung, margaku adalah Kwon dan selamanya akan tetap Kwon!!.” Teriakan itu menggema dan mungkin terdengar dari luar. Hingga para pekerja terlihat saling membicarakan mereka yang terlibat pertengkaran.

“urus saja urusanmu, jangan kau pedulikan aku. Karena kau tak pernah menganggapku anak.” Amarah itu terus berlanjut antar keduanya. Mereka saling menatap penuh emosi, air mata yang tadinya tertahan dimata Yuri, kini mulai sedikit mengalir. Dan sekali lagi plakk……plakkk……dua buah tamparan lagi bersarang dipipi Yuri dari tangan Victoria.

“anggap aku tak pernah kau lahirkan!. Dan bersenang – senanglah dengan hartamu itu.”

Yuri meninggalkannya dengan kaki terseok – seok, darah kembali mengucur akibat ibunya yang menjatuhkannya tadi.

* * * * *

Kini Yuri harus menghadapi kemarahan ayah tirinya itu. Ia berjalan menuju ayahnya tetap dengan rambut yang terurai dan sedikit acak –acakan serta seragam sekolah yang kusut. Masih dengan tatapan kosong yang pikirannya dipenuhi oleh kebencian.

“Yul jelaskan apa yang terjadi antara kalian berdua??..” laki – laki setengah baya itu kemudian menghardiknya. Masih tak ada jawaban dari mulutnya yang keluar, percuma ia bicara tak ada gunanya. Kristal meliriknya penuh amarah sambil memincingkan matanya. Masih dengan pertanyaan yang sama Ayah tiri Yuri mulai jengah dengan membisunya Yuri.

“Cepat berdiri disini..!!.” Perlahan Yuri berdiri dan menuruti keinginan ayah tirinya itu untuk berdiri di depan meja kerjanya. “Mungkin dengan cemeti ini bisa membuatmu mengakui semuanya”. Dan..

Slet…sleet….sleet.. . “kau masih tak mengakuinya juga!!!”. Yuri masih bisa berdiri tegak, menghadapi hujaman – hujaman pukulan dari cemeti hingga ia tak merasa bahwa jahitan akibat lukanya tadi siang terbuka kembali dan sedikit – demi sedikit cairan merah kental itu menetes dan mengalir. Pandangannya masih kosong, airmatanya seakan terhenti akibat rasa sakit yang menjalar dikakinya. Semakin lama pukulan itu semakin mereda, ia tak tahu berapa lama pukulan yang dilayangkan oleh ayah tirinya itu. Sebisa mungkin Yuri tetap berdiri menahan nyeri yang ada dikakinya. Ayahnya pun angkat tangan karena keras kepala Yuri tidak mau menjawab pertanyaannya.

“keluarlah, aku sudah muak bertanya padamu, bertanya padamu hanya seperti batu yang tak ada jawabnya.”

Seorang laki – laki berdiri didepan pintu. Orang itu melihat bagaimana Yuri disiksa seperti itu, ia pun menatap Yuri, tak tega Yuri diperlakukan seperti itu…..tak tega ia membiarkannya berjalan dengan keadaan seperti ini. “Yuri – ya..” Yuri memandangnya pening dan gelap.

Brukk…seketika itu terjatuh…

Yesung mencoba membawa Yuri menuju gudang yang berada dipojok kamar para pekerja tuan Jung Yunho. Ia membaringkan Yuri, di sebuah selimut yang biasanya ia gunakan untuk menjaga fermentasi beras menjadi arak. Dilihatnya tubuh Yuri sudah pucat dan lelah, ia lelah dengan hidupnya saat ini. Darah masih tetap mengalir dari lututnya. Astaga jahitannya terbuka. Segera Yesung mengambil kotak P3K yang selalu ia sediakan sendiri. Ia mencoba mengobati luka itu, dan dirabanya dahi Yuri. Panas…Yuri terkena demam dan kini ia tengah menggigil meski ia tak sadarkan diri. Yesung mencoba mengambil selimut yang ada dikamarnya dan menutupi tubuh Yuri hingga berlapis – lapis. Ia kasihan melihat keadaan Yuri seperti ini hingga ia tak sadar memeluknya dan tertidur.

 

Flashback End……….

“jaga ucapanmu Jung Kristal…”

“apa aku salah telah berkata seperti itu, kini bahkan kau kembali kesini, apa kau tak malu dengan perbuatanmu waktu itu?, dan kau apa ingin mengemis lagi menjadi anak dari appa ku?”

Yuri segera melangkah pergi tak menghiraukan perkataan kristal. Kristal segera menghentikan langkahnya dengan meraih pergelangan tanganya..

“bukanya urusan kita sudah selesai heh?.”

“kau ini wanita tak tahu diri, belum puas kau merebut Minho dan Yesung dariku??. Dan sekarang kau kembali apa yang akan kau lakukan pada Minho dan appaku??. Kau ini masih sama seperti gadis miskin yang mengemis pada keluargaku, ibumu saja sudah tak mengharapkanmu menjadi anaknya. Tangan Yuri segera melayang ke pipi Kristal.

“Yeoja sialan beraninya kau padaku, terima ini…

Plakk….. Segera setelah menamparnya, tangan kristal segera meraih rambut Yuri dan menjambakknya. Sekarang kau telah menanggung ucapanmu sendiri, kau ini tak mempunyai apa – apa.” Tekan Kristal.

“Jung Kristal…..cepat lepaskan tanganmu dari Yeoja itu”.

“op……pa…..”. segera Minho menarik Yuri untuk menjauhi Kristal, Kristal hanya terduduk melihat Yuri bergandengan tangan dengan Minho. Minho kapankah kau akan mencintaiku, kenapa hanya Yuri yang masih ada dihatimu. Apa waktu tujuh tahun belum cukup untuk melupakan Yuri dari perasaanmu. Yuri – ya, apa yang akan kau rasakan akan lebih pedih daripada ini.

******************

“Yuri – ya..gwenchana…” .

“ne…aku tak apa – apa”. Sejenak mereka terdiam bergelut dengan perasaan masing – masing, mengingat kisah antara mereka 7 tahun yang lalu. Angin semilir kembali menerpa mereka berdua, masih dalam keadaan suasana hening.

“Yuri – ya, ku dengar kau sekarang tinggal di Seoul bersama dengan appa kandungmu.” Suara Minho memecah keheningan diantara mereka.

Yuri hanya tersenyum sekilas melihat Minho. “ne, sekarang hanya appa yang aku punya.”

“wae, kau kemari, apa kau ingin bertemu dengan umma-mu??.”  Kembali Yuri terdiam dengan pertanyaan Minho dan ia hanya mengangguk pelan. Bagaimanapun Yuri adalah seseorang yang pernah mengisi hari – hari Minho selama beberapa bulan meskipun hingga akhirnya ia melihat Yuri tidur bersama Yesung digudang pada saat itu, saat itu hatinya sakit dan menganggap Yuri yeoja seperti itu. Tapi semua itu terungkap setelah kepergian Yuri setahun kemudian.

“Yuri –ya.. mianhae, aku tak mempercayaimu dan Yesung tentang kejadian kalian berdua..”

“itu bukan salahmu atau salah siapa – siapa, tapi itu salah keadaan yang tidak tepat mengetahui apa yang terjadi antara aku dan Yesung.” Seulas senyum tipis mengembang dibibirnya menatap Minho.

“Yuri – ya masih adakah perasaan itu tersisa sedikit untukku?..” tiba – tiba Minho bertanya tentang hubungannya dengan Yuri yang berakhir 7 tahun lalu.

“kau sendiri yang menutupnya Minho – sshi, tapi aku tak bisa menghilangkan perasaanku padamu karena kau adalah cinta pertamaku dan sebaliknya kau adalah orang yang pernah mencintaiku, tapi tidak untuk sekarang. Selamanya aku akan menyimpan rapat kisah kita menjadi lembaran lama yang akan ku jadikan kisah hidupku..

“mianhae…terhadap yang kulakukan dahulu.”

 

Flashback……………..

“Yuri – ya….SARANGHAE!!!.” Ucapan lantang itu diucapkan ditengah pantai yang sepi  ditemani deburan ombak.

Yuri masih memandang laut yang berombak masih dengan mukanya yang dingin seolah – olah tak mendengar teriakan dari Minho. Minho mencoba berlari menuju Yuri. Gadis itu pun hanya melirik sekilas dan kembali memandang langit.

“jadi, apa kau mau menerimaku..” tanya Minho.

“cih…tau apa kau tentang cinta??. Kau salah orang jika mengatakan cinta padaku..”

“tidak, aku tidak salah, karena aku benar – benar mencintaimu, setiap kali aku melihatmu disekolah kau selalu menatapku balik, apa itu tidak membuatmu mencintaiku. Minho masih tersenyum sendiri tentang apa yang ia katakan.

Yuri berbalik menghadap Minho, ia tesenyum sinis menanggapi jawaban Minho. “apa kau benar – benar mencintaiku?.” Yuri balik bertanya pada Minho.

“Jika kau mencintaiku, ajari aku untuk kembali mencintai seseorang”

Flashback End……….

 

Minho mencoba tersenyum menanggapi jawaban Yuri. “apa kau sudah menemukan seseorang yang mengisi hatimu?.” Tanya Minho memecah keheningan diantara mereka sejenak.

Yuri hanya mengangguk pelan, “kau tahu orang itu bahkan kau mengenalnya, dia orang yang dekat denganmu, dia yang mengisi hidupku setelah kepergianku dari tempat ini, dia orang yang membuatku merasakan cinta yang lain bahkan cinta itu dapat dirasakan bukan hanya dari orang tua kita tapi cinta itu bisa kita rasakan dimana kita berada.”.

“apa orang itu Yes…sung hyung.?. Jadi dia sekarang yang mengisi hatimu?.” hati Minho mencelos menjawab siapa orang yang dicintai Yuri, tapi dia berusaha tetap tersenyum. “chukkae, atas hubunganmu dengan Yesung-hyung.”

“Gomawo…” Yuri segera meninggalkan tempat itu. Donghae masih terduduk disana mengingat kisah cintanya dan Yuri harus seperti ini. Setitik air mata kini turun dipipinya, tapi segera ia usap. Percuma ia menangis Yuri tak akan kembali padanya.

* * * * *

@Hong Namnh HOTEL’S

Sebuah pesta perayaan serta pengangkatan direktur baru kini tengah berlangsung. Hotel itu kini telah mempunyai puluhan cabang di berbagai kota di Korea Selatan. Ini berkat kerja keras seorang Namja paruh baya 8 tahun lalu. Laki – laki itu kini tengah berpidato menyerahkan kursi direkturnya kepada putri tunggalnya dan disambut pesta meriah dari para pekerja hotelnya.

“annenyeong, tuan Kwon…chukkae atas penyerahan jabatannya, pasti anakmu yang lulusan luar negeri akan melanjutkan prestasi cemerlang yang diraih hotelmu, perkenalkan ini istri dan putriku”

Pandangan Kwon Jiyoung beralih menatap istri tuan Jung, tak salah lagi dia orang yang melakukan kesalahan besar terhadap Yuri dan dirinya. Mata mereka saling memandang, lidah mereka kelu mau berucap apa. Yang ada dipikiran mereka hanyalah sepenggal masa lalu yang suram antara Jiyoung dan Victoria.

 

Flashback………..

Seorang yeoja berjalan membawa sebuah map berisi berkas – berkas penting tentang dirinya dan suaminya.

“kita bercerai!!, sekarang kau hanya tanda tangan saja disebelah sini dan kita resmi bercerai..”

“mwo..maksudmu…?”

“kau tanda tangan atau tidak, kita tetap bercerai. Aku akan menikah minggu depan dan mencari kebahagiaan dengan namja lain karena kau tak menghasilkan uang untukku lagi. Yuri akan tinggal disini sementara, sebelum aku menjemputnya dan membawanya pergi. Jiyoung memandang map yang disodorkan Victoria. Ia menatap dan membacanya, air matanya jatuh, ia tak menyangka kini istri yang dicintainya akan menikah lagi setelah ia mengetahui setiap malam istrinya bermain api dengan laki – laki lain.

Sebulan kemudian Victoria kembali kerumah mantan suaminya dan sesegera mungkin mengambil Yuri dari tangan suaminya itu. “kau ini lelaki miskin, tak berguna dan penyakitan tak becus mengurus anak.”

“Yul, sekarang kau ikut umma!.”

“shirreo. Aku mau ikut appa. Lepaskan aku!. Aku tak mau ikut denganmu!!!.”

Plakk…

Untuk pertama kalinya Victoria menampar wajah Yuri. “cepat ikut denganku!.  Atau appamu mau kusiksa karena tak menghidupimu?.” Victoria kemudian  menyeret Yuri menuju mobil dan menjalankannya menuju daerah perbukitan tempat dimana ia dan suami barunya tinggal.

* * * * *

Flashback End……….

“Vic……..toria..” ucapnya terbata.

“Jiyoung imnida..”

“dimana anak dan istrimu tuan Kwon, aku ingin bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya karena telah membeli sahamku di Cheongnan dan sekarang usaha yang ku rintis semakin membaik”.

“istriku sudah menceraikanku 8 tahun lalu dan sekarang hanya putriku alasan untuk aku hidup”.

“mianhae Jiyoung – sshi…..” “

“Gwenchana, aku hanya tak ingin mengingat masa laluku bersama dia”. Jiyoung melayangkan tatapan pada Victoria, Segera Jiyoung memanggil putrinya, Victoria yang berada disamping Yunho hanya bisa merunduk dan meneteskan air mata. Ia tahu sebentar lagi ia akan bertemu dengan anak yang selalu ia sia – siakan dan apa yang harus ia lakukan ketika berhadapan dengan mantan suami serta anak dihadapan suaminya kini.

“kau pasti mengenal anakku tuan Jung?. Kwon Yuri!!!”

Seketika itu Yunho kaget setengah mati mendengar ucapan dari Jiyoung tersebut. Ia tak menyangka bahwa Yuri adalah penerus tunggal dari Hong Namnh hotel. Ia melirik Victoria yang masih merunduk. Perlahan – lahan Victoria mengangkat wajahnya dan melihat sesosok yeoja perempuan yang sangat ia kenali, 7 tahun yang lalu ia membuang Yuri karena kasus yang tak tentu benarnya. Hanya karena tidur digudang dan berpelukan dengan seorang namja ia rela mengusir anaknya sendiri.

“Yuri – ya, kau pasti mengenal orang ini?.”

“annenyeong nyonya Jung, lama kita tak berjumpa??. Apa kau masih mengenaliku setelah 7 tahun tak bertemu?… kalau kau lupa, aku akan memperkenalkan diriku lagi.”

“Kwon Yuri imnida..”

Mata Yuri menatap Victoria dengan dinginnya, Yuri tersenyum penuh kebencian yang seketika itu Victoria rasakan. Victoria mencoba menatap Yuri, hanya ada kebencian untuk dirinya. Untuk menebus semuanya Victoria mencoba memeluk dan meminta maaf  dihadapan putrinya itu. “Yul, maafkan umma telah menelantarkanmu selama ini”. Yuri segera mendorong tubuh Victoria.. “Yul, sudah mati 7 tahun lalu, ketika seorang yeoja yang mengaku ibunya serta orang – orang didesa itu mengusirnya”.

“jebal.  Maafkan umma Yul. Umma tahu umma salah”.

“aku tak mempunyai umma!!!. Yul, sudah mati begitupun dengan Song Yuri atau Jung Yuri. Mereka semua sudah mati yang ada hanya Kwon Yuri Nyonya Jung.” Yuri berteriak dihadapan muka Victoria, sontak semua orang menghadapnya. Begitupun Kristal yang tengah asyik berbicara dengan teman lamanya Seohyun. Yuri segera keluar dari acara itu, ia muak dengan masa lalunya dan orang – orang dihadapannya.

“kau sendiri yang melakukan itu terhadap putri kandungmu satu – satunya”. Ucapan Jiyoung pelan tapi menusuk hati Victoria.

* * * * *

“heh kau!.” Yuri segera menoleh menuju sumber suara itu. Ia mengenal sosok yeoja itu, orang yang ditemuinya kemarin siang.

“jadi kau yang membeli saham appa, belum puas kau menghancurkanku selama ini, sekarang giliran appaku yang akan kau hancurkan, apa kau mau sombong karena telah menjadi orang kaya sekarang. Kembalikan semua yang kau ambil dari appaku. Yuri tak menghiraukannya dan masih berjalan menjauhi acara pesta itu. Kristal mencoba mendahuluinya dan segera tangan Kristal mendarat di pipi kanan Yuri.

Plakkk……………

Kristal menamparnya lagi, tamparan kemarin belum kering dari pipi Yuri kini tamparan itu bersarang kembali. Percuma jika Yuri tetap membalas karena hanya kebencian yang ia dapat ketika berhadapan dengan orang yang bernama Kristal itu.

“wanita sialan, pengecut. Sebentar lagi derita hidupmu akan datang.” ucapan Kristal tak membuatnya membalas perkataannya. Yuri tetap melangkah pergi menjauhi Kristal.

“Kristal – sshi apa yang kau lakukan pada Yuri??” teriak seorang namja di belakang Yuri.

“kau keterlaluan!!. Apa salah Yuri kepadamu?.” Kristal langsung melayangkan tatapan pada Yesung dan senyum penuh kemenangan karena berhasil membalas Yuri.

“Yesung oppa. Apa ada yang salah dengan perlakuanku terhadap wanita jalang itu??. Kau seharusnya tahu jika 7 tahun lalu kau dirayu dan hanya dianggap mainan bagi Yuri sehingga terjadilah peristiwa itu.”

Yesung tak tahan dengan perkataan yang keluar dari mulut Kristal. Amarah mulai menghinggapi Yesung, ia tak rela orang yang dicintainya direndahkan seperti itu oleh adik tirinya tersebut. “jaga ucapanmu Jung Kristal, jangan kau bicara seperti itu terhadap istriku”.

Kristal mendengarnya pun terkaget. “mwo?. Istri kau bilang?. Dia itu hanya sekedar sampah yang telah dibuang oleh semua orang..”

“Jung Kristal!!!.” bentak Yesung.

Kristal melayangkan tatapan kebencian pada Yesung. “kenapa oppa?. Wanita itu hanya perusak hubungan orang, kau tahu aku mencintai Minho oppa, tapi dia malah merebutnya dariku bahkan sampai sekarang Minho masih mencintai Yuri. Dan kau…Kau selalu berucap jika kau akan selalu melindungiku dan menyanyangiku,  mana buktinya??.”

“cih..setelah aku mengetahui kau yang seperti itu. Aku ragu atas perkataanku dulu”. Yesung memalingkan mukanya dari Kristal dan mencoba tak menatapnya.

* * * * *

Disebuah atap gedung yang sunyi yang sengaja ia desain untuk dirinya sendiri, melihat hamparan bintang yang hanya sedikit tersisa di kota Seoul menambah sepi hatinya sendiri. Sejenak ia memandang sepinya langit tanpa bintang, menghirup aroma malam yang meneyesakkan dada. Yuri mencoba tegar menghadapi apa yang ditemuinya malam ini. Setitik air mata kini turun dari pelupuk matanya, lama – lama makin deras membasahi pipinya. Kakinya lemas tak dapat menahan tubuhnya. Dinginnya malam tak ia hiraukan, tangannya meremas dan menggenggam erat dada kirinya. Ini terlalu sakit baginya menanggung sendiri.

“jika waktu dapat ku putar kembali, mungkin aku tak ingin dan tak mau dilahirkan dengan keadaan seperti ini, aku membencinya meskipun ia adalah ibu kandungku sendiri. Aku tahu ini salah, tapi apa salah jika dia telah membuangku hanya demi harta. Aku ingin mengakhiri semuanya, tapi apa jika aku mati semuanya akan berakhir?”

Yuri mencoba berdiri dan segera menuju tepi atap gedung tersebut dan berteriak selantang – lantangnya.

“YUL SUDAH TERBUANG DAN MATI…SELAMANYA TIDAK AKAN ADA ORANG YANG BERNAMA YUL…..YUL SUDAH MATI….SUDAH MATI……”

* * * * *

Seorang namja menyusul Yuri menuju atap gedung tersebut. Ia melihat apa yang dilakukan istrinya. Ia mencoba memeluknnya dari belakang dan mencoba menenangkannya.

“uljima..chagiya, aku selalu disampingmu. Jebal jangan seperti ini. Aku tahu kau yeoja yang kuat, aku saksi hidupmu. Semua kisah hidupmu aku tahu, kau pasti bisa melewati masalah ini”

Yuri langsung menghadapnya, ia hanya bisa menangis. Menangis dipundak suaminya, hanya dia yang sekarang ia punya selain appanya yang dapat memberikan cinta yang lain dalam hidupnya.

“Yul, sudah mati…yang ada hanya Kwon Yuri!!.” Ucap Yuri memukul dada Yesung.

“jebal, kau pasti bisa melewati semua ini!!. Ucap Yesung membenamkan kepala Yuri didalam dadanya.

TBC

Kami berdua tak tahu seberapa berkualitas ff yang kami buat.

Jd kami mohon untuk para readers untuk meninggalkan komentar….

Silahkan tinggalkan komentar untuk menghargai karya kami.

Mian kalo kependekan and gak dapet feel. Ide kami berdua dadakan and cukup sampai disini.

Gamsha chingundeul……

Iklan

3 responses to “[Twoshoot] Belived of Love (Part 1)

  1. awalnya bingung saeng~ah, habis kbanyakkkan flashbacknya…
    klo bacanya ga pelan-pelan ga ngerti…hehehe..mian yah, tapi ceritanya bagus kok, banyak konfliknya n feelnya dapet banget…
    sempet sedih juga sih, yuri kasian banget, semoga selalu tegar…
    trus itu si yesung kenapa sok-sok-2x jadi org baik sih, padahal aslina ga banget..gaje, cerewet, pabo..3D lagi…
    next chapterna buruan yah ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s