Last Autumn

last autumn remake

Title: Last Autumn

Author: AzaleaChoi74 (@Azalea_izza)

Main Cast:

  • Oh Sehun (EXO-K’s Sehun)
  • Shin Hyesun (OC)

Support Cast :

  • Kim Hyunmi (OC)
  • Xi Luhan

genre: AU,Romance,Sad

length: Oneshoot

rated: G

Disclaimer : all cast belong to their self, except the OCs. This FF is mine, so don’t be a copycat okey readers? :*

A/N : FF ini juga pernah aku post di wp lain sebelumnya,so kalo ngeliat FF abal-abal ini di wp lain jangan shock ya..^^soalnya aku suka gonta-ganti pen name ^^v, nice reading readerdeul

Warning : FF abal-abal, gak jelas. Typo is everywhere^o^

__________Last Autumn__________

Sehun pov

Hari ini 7 November 2012, tepat satu tahun setelah kematiannya, kematian seorang yeoja yang sangat aku cintai namun aku terlambat menyadarinya. Aku baru menyadarinya sesaat sebelum yeoja itu pergi menutup mata untuk selamanya.

Flashback On

Shin Hye Sun Pov

Lagi lagi aku menangis mendengar namja itu berbicara pada yeoja disampingnya, yang notabene nya adalah sahabat terbaikku. Apakah aku memang terlalu bodoh untuk tetap mencintainya?

“aku tidak mencintai gadis bodoh itu sama sekali! Aku hanya kasihan padanya, ia terus menerus menempel padaku” ucapnya

“Jangan seperti itu Oppa, dia sahabat ku juga”

“Aish, habisnya aku mencintaimu! Bukan gadis bodoh yang mengikutiku kemana-mana itu!”

Apakah kau tahu siapa namja yang sedang mengataiku gadis bodoh itu? Dia namja chingu ku. Ah, jangan terkejut aku tahu dia memang tak mencintai ku lagi, namun aku dengan bodohnya tetap bertahan mencintainya meskipun tahu dia berselingkuh dengan sahabat ku sendiri.

Aku menghapus air mataku, kemudian memasang senyum yang selalu ku tunjukkan pada mereka. Dan beranjak menemui  mereka.

“Sehun Oppa..” panggilku

“Ah..Hyesun-ah, kenapa lama sekali ke kamar mandinya?”

“Toilet ramai sekali oppa” jawabku berbohong –lagi

“Oh, cepatlah habiskan makanan mu! Sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi”

“Arraso oppa cerewet” jawabku sambil memasang cengiran lebar yang membuatnya kesal –sepertinya

“YA! Siapa yang kau katai cerewet hah???”

“Oppa lah siapa lagi?”

“YA! Shin Hyesun!!!”

“Aku hanya bercanda oppa, peace” seruku sambil memasang dua jari ku padanya, membetuk tanda V

Selalu saja seperti ini didepan mereka aku hanya memasang senyum lebar yang sangat berkebalikan dengan hatiku yang sebenarnya telah hancur berkeping-keping. Mataku menangkap sesuatu yang janggal dari Hyunmi, sepertinya dia kesal padaku.

“Ya! Kim Hyunmi, kau kenapa?!”

Dia sedikit terkejut akan ucapanku, namun segera menjawabnya

“tak apa, ayo masuk Hye! Bel masuk sudah berbunyi”

“baiklah,oppa aku masuk kelas dulu ne?”

“ne, masuklah. Kita bertemu nanti setelah kelas usai, arra?”

“arraso oppa, anneyeong!”

“anneyeong!”

Akupun melanjutkan langkahku menuju kelas. Berharap kelas berjalan lancar dan cepat. Tak terasa bel pulang telah berbunyi, Ah aku tidak sabar untuk bertemu dengan Sehun oppa.

I’ll be waiting for you geudael gidarilgeyo~

Satu pesan masuk ke blackberry putih ku.

October 9th 2011

From : Uri Hunnie Oppa

Hyesun-a mianhae..oppa tidak bisa mengantarmu pulang. Eomma tiba-tiba saja menelpon.

Mian hyesun-a, oppa janji besok akan oppa bawakan lollipop yang banyak!

Aku menghembuskan nafas panjang, segera membalas pesan dari Sehun oppa. Ekor mataku melihat Hyunmi sedang membaca pesan dari blackberry nya itu, sudah pasti Sehun oppa berbohong lagi padaku untuk mengantar Hyunmi pulang. Sabarlah Hyesun! Bukankah sudah biasa seperi ini? Ucapku pada diriku sendiri.

Sehun Pov

Aku malas mengantar yeoja itu pulang, lebih baik aku mengantar Hyunmi pulang saja. Ah! Ide yang bagus, segera aku kirim pesan pada Hyunmi,

October 9th 2011

To: Hyunmi yeppeo

Hyunnie, ayo kuantar pulang ^^

Ah! Aku melupakan satu hal, aku belum mengirimkan pesan pada Hyesun. Yeoja yang berstatus sebagai yeoja chingu ku itu, jujur saja aku sudah bosan dengannya. Aku juga tidak tahu pasti apa alasannya, yang jelas aku malas berhubungan dengan yeoja itu lagi. Hanya saja aku kasihan padanya, kulihat dia sangat mencintaiku. Aku menulis beberapa kata dan mengirimkannya,

October 9th 2011

To : Hyesun

Hyesun-a mianhae..oppa tidak bisa mengantarmu pulang, eomma tiba-tiba saja menelpon.

Mian hyesun-a, Oppa janji besok akan oppa bawakan lollipop yang banyak!

Aku tentu saja berbohong tentang eomma yang menelponku. Dia kan sedang ada di China bersama Suho hyung. Tak lama setelah itu Iphone ku bergetar, menandakan ada pesan masuk.

October 9th 2011

From : Hyesun

Tak apa oppa. Aku mengerti, sampaikan salam ku pada eommoni ne?

Kupegang janji mu oppa..^^

Dasar yeoja bodoh! Gampang sekali dibohongi. Aku menunggu Hyunmi di parkiran, tak lama kemudian dia datang.

“Oppa” panggilnya

“Chagi, kajja”

“Kajja oppa”

Akhirnya aku dan Hyunmi berhenti disebuah taman dipinggir kota yang biasa kami kunjungi, tempat yang tak akan pernah ditemui oleh yeoja chinguku itu.

“Ah! Akhirnya sampai juga”

“iya benar Hyunnie, udara disini bagus sekali. Masih tanpa polusi berbeda sekali dengan di kota”

“benar sekali oppa! Oppa apakah aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Hyunmi padaku.

“tentu saja boleh, tanyakan saja Hyunnie-ah”

“apakah kita tidak salah berhubungan seperti ini di belakang Hyesun?”

“sudahlah Hyun, jangan memikirkan itu tidak ada gunanya juga kan?” jawabku, ternyata dia mulai merasa bersalah pada sahabatnya itu.

“tapi oppa, kasihan dia. Sepertinya dia sangat mencintaimu”

“eum, aku tau Hyun. Tapi aku sudah tidak mencintainya, aku mencintaimu Kim Hyumi” tegasku

“Oppa…” dia mulai menangis

“sudahlah Hyun, jangan menangis” aku menariknya kedalam pelukanku

“tak apa Hyun, aku berjanji aku akan membicarakan nya dengan Hyesun secepat mungkin, namun tunggu waktu yang tepat, eotte?” ujarku tepat ditelinganya

“janji Oppa?”

“eum, yaksog-I” jawabku

Dia mulai tersenyum kembali, aku melepaskan pelukanku dan menatapnya dalam. Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, dan mengecup bibirnya dalam. Dia menutup matanya, cukup lama. Hingga aku mendengar suara Hyesun

“Apakah harus aku membiarkan hal ini lagi oppa?”

Hyesun Pov

Aku memutuskan untuk mengikuti mereka, mereka sepertinya menuju taman tempat mereka biasa berkencan, Ah sakit rasanya. Aku memperhatikan mereka dari balik pohon maples ini, cukup besar untuk menyembunyikan tubuhku yang bisa dibilang cukup mungil ini. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu yang serius, sampai Hyunmi menangis. Sehun oppa memeluknya seperti menenagkannya,Tuhan…hatiku rasanya sakit, sakit sekali. Lagi lagi aku hanya bisa menangis sendiri, aku melihat Sehun oppa melepaskan pelukannya.Lalu dia mendekatkan wajahnya pada Hyunmi, Tuhan..jangan bilang ia akan mencium Hyunmi! Aku belum siap untuk melihatnya. Ternyata benar dugaanku, hatiku hancur untuk kesekian kalinya aku tidak bisa lagi mengungkapkannya dengan kata-kata. Hatiku sakit –sangat, aku tidak tahan lagi melihat ini semua, aku keluar dari persembunyian ku dan mengatakan sesuatu.

“apakah harus aku membiarkan hal ini lagi Oppa?”

Kulihat Sehun oppa dan Hyunmi melepaskan ciuman mereka dan terkejut melihatku –sangat terkejut.

“ini bukan seperti yang kau lihat Hye” Sehun oppa mencoba menjelaskan

“tak usah berbohong lagi Oppa, jangan kalian pikir aku terlalu bodoh untuk tidak mengetahui kalian sering berkencan dibelakangku. Aku biarkan semua itu karena aku masih sangat mencintaimu oppa, rasa sakit yang selama ini kurasakan dari melihat kebersamaan kalian, aku bisa menahannya. Namun aku bukan wanita yang sangat kuat yang bisa tetap tegar melihat namja yang sangat ia cintai mencium yeoja lain dihadapannya” ucapku panjang lebar, tangisku pun pecah.

“Hyesun-a, bukan seperti itu Hye” Hyunmi angkat bicara

“sudahlah, mungkin aku memang harus melepaskan Sehun Oppa. Aku memang terlalu bodoh untuk tetap bertahan, tetap berharap bahwa suatu saat Sehun oppa akan kembali menjadi oppa yang mencintaiku. Aku terlalu berharap banyak, akhirnya aku memang harus pergi. Maafkan aku oppa” ucapku sambil mengusap air mata yang telah mengalir sejak tadi.

“Hyesun,dengarkan penjelasan..” aku memotong ucapannya

“dan terima kasih. Sudah tidak ada yang perlu dijelaskan oppa, semua sudah sangat jelas. Aku sudah sangat mengerti. Sekarang aku akan melepasmu oppa, berbahagialah bersama Hyunmi. Aku tidak akan menjadi penggangu kalian lagi. Oppa tenang saja, aku pergi dulu oppa. Anneyeong~”

Aku tersenyum pahit dan beranjak pergi meninggalkan mereka, aku masih sedikit berharap Sehun oppa akan mengejarku. Namun sia-sia saja dia bahkan tetap disana menenangkan Hyunmi yang masih merasa bersalah padaku –mungkin.

Musim gugur kali ini, membuatku merasakan bagaimana rasanya sakit hati. Daun berguguran sama seperti hatiku yang telah kering dan mati.

Aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sangat tinggi, aku sudah tidak peduli apapun lagi. Saat tiba-tiba aku melihat seorang nenek menyebrang jalan, aku membanting setir untuk menghindari menabrak nenek itu tanpa melihat ada sebuah truk sedang melaju kencang. Dan aku hanya bisa melihat orang-orang berdatangan dan gelap –

Sehun Pov

Sekarang aku merasa bersalah pada Hyesun, aku tidak tahu dia telah mengetahui hubungan ku dengan Hyunmi sejak lama. Dari kata-kata yang keluar dari bibirnya, aku tahu bahwa hatinya sakit –sangat sakit.

Every,every,every day naega mandeun history~

Iphone ku berbunyi, ada telpon masuk sepertinya. Aish, siapa orang yang menelpon disaat yang tidak tepat seperti ini?

Hyesun Calling…    

Hyesun? Ada apa dia menelponku? Segera aku angkat telponnya.

“Apakah ini adalah Oppa dari pemilik handphone ini?” kata suara lelaki diseberang sana, siapa dia?

“ne, benar. Maaf siapa ini? Dimana Hyesun?” tanya ku

“Kami dari kepolisian ingin mengabarkan, bahwa pemilik handphone ini mengalami kecelakaan parah. Dimohon untuk segera mendatangi Seoul International Hospital, karena korban mengalami korban serius”

Apa? Apakah aku salah dengar? Hyesun kecelakaan? Ini semua salahku, Tuhan…bagaimana ini?

“yeoboseyo?”

“ah, ye. Aku akan segera kesana, gamsahamnida” ucapku, lalu menutup telpon

Aku masih belum sadar dari keterjutanku saat Hyunmi bertanya padaku.

“waeyo oppa?”

“Hyesun kecelakaan, Hyun”

“mwo? Ayo kita segera kesana oppa!”

Aku pun bergegas menaiki motor dan segera menuju SIH*disingkat aja ya reader :*. Setelah sekitar 20 menit perjalanan, aku dan Hyunmi sampai di SIH. Terlihat seorang dokter baru saja keluar dari ruang UGD, lalu bertanya suatu hal pada kami

“apakah kalian adalah keluarga dari pasien yang bernama  Shin Hyesun?”

“ya, benar. Bagaimana keadaannya dok?” tanyaku

“dia mengalami pendarahan yang cukup serius di otaknya, mungkin dia akan koma dalam beberapa hari kedepan”

“apakah separah itu dok?”

“ya memang parah, kepalanya membentur kemudi terlalu keras. Namun sebaiknya kalian jangan terlalu berharap, sangat jarang ada pasien dengan pendarahan otak yang terbilang cukup parah bisa selamat dari masa komanya. Berdo’alah untuk keselamatannya”jelas dokter itu panjang lebar, dia menepuk pundakku sebentar lalu berlalu dari hadapan kami.

Aku terkejut, apakah separah itu keadaannya? Aku pun semakin merasa bersalah padanya, apa yang harus aku lakukan? Hyunmi  menepuk pundakku, sepertinya ia hendak mengatakan sesuatu

“aku sudah menelpon abonim dan eomonim oppa, mereka akan segera datang kesini”

Aku masih bingung untuk mengatakan apa, aku masih terlalu terkejut sekaligus merasa sangat bersalah padanya.

“Oppa ayo kita menjenguk Hyesun” ajak Hyunmi padaku

“kajja”

Sesampainya di kamar rawat Hyesun, perasaan bersalahku semakin menjadi ketika melihat keadaannya. Dia tertidur dengan alat-alat medis menempel di tubuhnya, matanya tertutup rapat,perban disana-sini, sepertinya keadaannya memang sangat parah. Tak lama kemudian abonim dan eomonim pun datang, kulihat eomonim terlihat sangat shock melihat putrid semata wayang mereka terbaring lemah di ranjang SIH itu.

“Hyesun-a, bangunlah! Kenapa kau bisa seperti ini Hye?” tanya eomonim sambil menangis

Aku berjalan keluar, meninggalkan abonim dan eomonim biarkan Hyunmi saja yang menemani mereka. Aku berjalan kearah taman belakang SIH, menangis.

“apa yang telah aku lakukan? kenapa aku tega menyakiti orang yang benar-benar mencintaiku?” batinku, penyesalan pun lambat laun memenuhi hati dan pikiran ku. Aku benar-benar keterlaluan! Mengapa aku baru menyadarinya? Ah, benar kata orang penyesalan memang selalu berada dibelakang bukan?

Hyesun POV

Dimana aku? hanya ada padang rumput hijau yang terhampar luas sekali ‘indah’ pikirku. Ku lihat ada seorang anak kecil sedang bermain bersama kupu-kupu berwarna-warni yang beterbangan dimana-mana, sekali lagi aku terkagum melihat pemandangan disini. Ku beranikan diri untuk menghampiri yeoja kecil itu

“hei” sapaku

“anneyeong eonni, sedang apa eonni disini?” jawabnya dengan senyum lebar menghiasi wajah kecilnya itu

“aku juga tidak tau adik kecil, hanya saja ketika aku terbangun aku sudah berada ditempat indah ini” jawabku sekenanya, karena memang saat aku terbangun aku sudah berada ditempat ini.

“oh, sepertinya eonni sedang sakit parah ya?” tanyanya

Sakit parah? Apakah aku sedang sakit parah? Ah,aku ingat, mungkin benar aku sedang sakit parah -sangat. Seingatku setelah melihat Sehun oppa dan Hyunmi berciuman aku mengalami kecelakaan besar.

“Sepertinya benar, kau tau dari mana saeng-ie?”

“hehe, aku hanya tau eonni. Nama eonni siapa?”

“Shin Hyesun, namamu adik kecil?” tanyaku sambil mengusap puncak kepalanya, dia lucu sekali

“Lee Jo Yoo eonni” jawabnya sambil lagi-lagi tersenyum

“sepertinya kau bahagia berada disini joyoo-a?” tanyaku

“eum, aku sangat senang berada disini hyesun eonni. Aku bisa bermain sepuasnya, bermain dengan kupu-kupu cantik ini..”

“apakah aku boleh bermain denganmu yoo?”

“tentu saja eonni”

Akupun bermain bersamanya, dia benar disini menyenangkan sekali. Namun belum beberapa saat aku bermain dengan nya, dia mengucapkan sesuatu yang mengejutkanku

“eonni, apakah eonni tidak ingin bangun? sepertinya banyak sekali orang yang menunggu eonni bangun lagi?”

“apakah aku masih bisa bangun lagi yoo?” tanyaku padanya

“tentu saja eonni, apakah eonni melihat pintu diujung sana?” jawabnya menunjuk sebuah pintu putih diujung padang rumput itu

“ne, eonni melihatnya”

“eonni keluar saja lewat pintu itu!” ujarnya

“tapi, aku masih ingin bermain bersamamu adik kecil”

“eonni bisa bermain bersamaku lain kali. Sekarang eonni bangunlah dulu, banyak sekali orang yang menunggu eonni disana” jawabnya

Aku tidak menyangka bagaimana yeoja sekecil dia bisa mengucapkan kata-kata seperti itu.

“baiklah sampai jumpa yoo..”ucapku, lalu melambaikan tangan padanya. Dia membalas  melambaikan tangannya dan mengucapkan sesuatu

“eum,sampai jumpa eonni. Nanti kita bermain lagi ya..”

Aku hanya tersenyum mendengarnya, dan beranjak menuju pintu putih itu. Perlahan kubuka pintu itu, aku merasakan ditarik oleh sesuatu yang sangat kuat yang akutidak tahu pasti apa itu. Yang pasti setelah itu aku merasakan ada sinar yang menerobos masuk kedua mataku.

Hyunmi POV

Tuhan, sudah tiga minggu ini Hyesun belum membuka matanya sama sekali, apakah dia akan bangun lagi? Tiba-tiba aku teringat perkataan dokter waktu itu ‘ya memang parah, kepalanya membentur kemudi terlalu keras. Namun sebaiknya kalian jangan terlalu berharap, sangat jarang ada pasien dengan pendarahan otak yang terbilang cukup parah bisa selamat dari masa komanya. Berdo’alah untuk keselamatannya’.

Tidak! Bagaimanapun dia harus bangun lagi, aku belum sempat meminta maaf padanya. Setelah kejadian itu, semua nya memang menjadi sangat kacau. Hyesun tak kunjung sadar, Sehun oppa terus berdiam diri, sepertinya dia merasa bersalah pada Hyesun aku juga merasakan hal yang sama dengannya.

“ayolah Hyesun-ah! Kau harus bangun..” ucapku padanya, meskipun aku tahu dia tidak akan menjawabku

Tiba-tiba saja tangannya bergerak, aku terkejut sekali. Lalu dengan cepat aku menekan tombol merah diatas ranjangnya, tak lama kemudian Dokter dan perawat pun datang, menyuruhku untuk menunggu diluar kamar.

Aku mengabari Sehun oppa, abonim dan eomonim juga. 5 menit kemudian mereka datang bersama dengan Luhan oppa –oppa kandung Hyesun.

“apakah benar Hyesun sudah sadar?” tanya Sehun oppa, ucapan pertama setelah 3 minggu berlalu

“tadi dia menggerakkan tangan nya oppa” jawabku sekenanya

Tak lama setelah itu dokter pun keluar dari kamar Hyesun

“bagaimana keadaan Hyesun dok?” Luhan oppa angkat bicara

“Benar-benar sebuah keajaiban, dia sudah sadar” jawab dokter itu tersenyum lalu berlalu meninggalkan kami, kamipun segera memasuki kamar rawat Hyesun. Disana terlihat dia sedang berbaring lemah

“Hyesun-a, kau sudah bangun?” tanya eomonim

“ne,eomma. Aku sudah bangun” jawabnya, dia tersenyum pada kami.

Aku melihat Sehun oppa masih berada di pintu, tidak masuk untuk melihat Hyesun. Dia hanya terdiam disana sambil melihat Hyesun yang sudah sadar

“Oppa, kenapa tidak masuk? Masuklah” pinta Hyesun, dengan suara yang masih terdengar serak

Sehun oppa pun masuk dan menghampiri Hyesun

“Hyesun-a, mianhae jeongmal mianhae, aku tahu aku telah banyak mengecewakanmu. Maaf untuk terlambat menyadari semua itu sun-a” jelas Sehun oppa, jelas sekali dia sedang menahan air matanya. Tuhan,aku baru sadar aku telah mengganggu hubungan mereka. Aku sangat menyesal ‘mianhae Hyesun-a’ batinku

“ah, tak apa oppa. Aku mengerti mungkin aku terlalu memaksakan perasaanmu” jawabnya sambil tersenyum dengan senyum tiga jarinya itu

Hyesun POV

Sudah delapan hari semenjak aku sadar dari masa komaku, aku habiskan waktu dengan bermain bersama Sehun oppa dan Hyunmi. Mungkin mereka masih merasa bersalah padaku, namun aku sadar tidak selamanya aku bisa memaksakan perasaan Sehun oppa padaku bukan?

Semalam aku bermimpi bertemu dengan Joyoo, membuat ku merasa waktu ku tidak akan lama lagi.Dia mengajakku bermain bersamanya lagi, dipadang rumput itu.Apakah benar hidupku akan segera berakhir? Segera aku mencari kertas dan bolpoin untuk menulis beberapa surat untuk orang yang aku sayang, setidaknya persiapan jika sewaktu-waktu aku tiba-tiba saja pergi. Surat pertama untuk eomma dan appa

Eomma, Appa…

Bagaimana kabar eomma dan appa hari ini? Apakah baik-baik saja?

Hyesun berharap eomma dan appa sehat selalu

Hyesun minta maaf ne eomma appa? Selama ini Hyesun tidak menjadi anak yang baik untuk kalian

Selalu saja membangkang dan tidak mematuhi perkataan kalian, tapi eomma dan appa harus tahu Hyesun sangat menyayangi kalian

Meskipun Hyesun jarang membuat eomma dan appa bangga, hehe~^^

Eomma appa Hyesun bangga menjadi putri kalian, sangat bangga

Terimakasih eomma..

Telah membesarkan Hyesun sampai saat ini, Hyesun tidak bisa membalasnya dengan apapun.

Hyesun juga minta maaf ne eomma, telah membuat eomma selalu kesal.

Appa..

Hyesun juga sangat berterimakasih pada appa, sudah membersarkan dan menyekolahkan Hyesun setinggi ini

Neomu neomu neomu saranghae eomma appa..

Hyesun senang menjadi putri kalian :*

 

Satu surat aku lipat untuk eomma dan appa. Surat selanjutnya aku tulis untuk Luhan oppa, Oppa kandung ku yang jarang sekali berada di Korea. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di China untuk berkuliah

Luhan oppa…bogoshipoyo~

Sudah lama oppa tidak ke Korea, oppa selalu saja berada di China ><

Aku merindukanmu oppa –sangat, mulai sekarang sering-seringlah main ke Korea. Arachi?

Apakah oppa tidak tahu adik oppa satu-satunya ini sangat merindukanmu?

Oppa, ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Namun berhubung kau sangat sibuk dengan kuliahmu itu, aku tidak ingin mengganggumu jadi akan kuceritakan nanti saja ya  oppa? Oppa harus berjanji akan mendengarkanku dengan baik!

Ah, cepatlah selesaikan kuliahmu di China oppa, agar kau cepat kembali ke Korea

Kasian kan aku selalu sendiri dirumah, eomma dan appa sering pergi ke Amerika untuk mengurus bisnis aku kan kesepian oppa.

Sudah ya oppa, oh ya? Apa oppa tau aku sangat senang menjadi yeodongsaeng oppa! J

Saranghae Luhan gege :* kekekeke

Satu surat lagi sudah selesai untuk Luhan oppa, aku melipatnya, selesai. Surat selanjutnya akan kutulis untuk Hyunmi, aku sudah tidak marah padanya gara-gara kejadian tidak menyenangkan itu

Hyunmi-ahhhh…..

Kau sedang apa? hehe sempatkanlah sedikit waktumu membaca suratku ini

Aku sudah tidak marah padamu gara-gara kejadian itu, kau adalah sahabat terbaikku tahu?

Sudah lama sekali aku tidak menjahilimu Kim Hyunmi! Kekekeke XD

Aku akan kembali kesekolah secepat mungkin dan kembali menjahilimu, Tunggu saja!

Hyunmi-ah, sampaikan salam ku pada teman-teman arra?

Katakan pada mereka aku merindukan mereka semua

Ah! Aku melupakan satu hal penting, aku titip Sehun oppa padamu ya?

Aku tahu kau juga menyayanginya sama seperti aku menyayanginya, benar kan?

Jaga dia dengan baik, oke? jangan biarkan dia tidur dikelas dan melihat yeoja lain!

Aku sudah melepasnya untuk mu Hyunmi-ah, maka jangan kau lepaskan dia untuk yeoja lain arra?

Sudah ya Hyunmi, Aku menyayangimu Kim Hyunmi menyebalkan..peace^^v

Selesai, surat terakhir akan kutulis untuk orang yang sangat berharga untukku, orang yang membuat hidupku berharga, Sehun oppa

Sehun oppa..

Apa oppa tahu? Oppa adalah satu orang yang sangat penting untuk hidupku

Orang yang sangat berarti, apa oppa tahu kenapa?

Oppa adalah orang yang memberikan warna dalam hidupku

Orang yang menjadi alasanku untuk selalu tersenyum setiap hari

Orang yang membuatku tetap hidup di dunia yang sangat berat ini

Oppa jeongmal gomawo..

Karena oppa aku bisa mengenal cinta, kebahagiaan ,tangis, juga tawa

Oppa selalu memberiku support untuk semua hal yang aku lakukan

Support oppa menjadi satu kekuatan yang menjadikanku kuat

Menjadikan ku yeoja yang tidak mudah menangis

Tapi oppa..aku juga minta maaf pada oppa,

Karena pernah memaksa oppa untuk tetap mencintaiku

Karena telah menganggu hubungan oppa dengan Hyunmi

Karena aku tidak menjadi yeojachingu yang baik untuk oppa

Sekarang oppa pacaranlah dengan Hyunmi, aku tahu dia juga mencintai oppa seperti aku mencintai oppa. Jagalah dia dengan baik, jangan sakiti dia dan biarkan dia melihat namja lain arra?

Oppa untuk yang terakhir kalinya aku akan mengucapkan ini pada oppa,

Saranghaeyo Oh Sehun ❤

Surat terakhir telah selesai kulipat, kulihat ada suster yang masuk ke kamarku, mungkin akan mengecek keadaanku. Namun tiba-tiba kepalaku sakit sekali, aku tidak bisa menahannya lagi, Ini sangat menyakitkan. Dengan tenaga yang masih tersisa aku memanggil suster yang sedang panic itu

“Eonnie, kesinilah sebentar”ucapku susah payah, dia pun menghampiriku

“Tolong berikan surat ini kepada mereka. Bilang pada mereka aku san…gat mencin…tai mere…ka to….long aku eon…ni” suaraku sudah terputus-putus, mungkin ini benar-benar akan  menjadi musim gugur terakhir untukku. Musim favorite ku membawaku menuju surga, nafasku semakin melambat, mungkin ini saatnya.

‘Selamat tinggal dunia, selamat tinggal cinta, anneyeong’ batinku, lalu aku kembali ke padang rumput itu. Disana rupanya yeoja kecil itu telah menungguku

“Eonni kembali…” ucapnya sambil tersenyum.

Flashback end

Sehun pov

Memory-memory itu terputar kembali membentuk sebuah video yang sangat jelas di otakku. Ku ambil sebuah surat lusuh yang aku simpan di sebuah kotak kayu pemberiannya dulu, mencegah agar satu-satunya hal yang ia tinggalkan tidak akan rusak ataupun hilang. Kembali kubaca rangkaian kata-kata terakhirnya yang menyadarkanku bahwa aku sangat mencintainya dan sangat menyesal karena terlambat menyadarinya.

 

Sehun oppa..

Apa oppa tahu? Oppa adalah satu orang yang sangat penting untuk hidupku

Orang yang sangat berarti, apa oppa tahu kenapa?

Oppa adalah orang yang memberikan warna dalam hidupku

Orang yang menjadi alasanku untuk selalu tersenyum setiap hari

Orang yang membuatku tetap hidup di dunia yang sangat berat ini

Oppa jeongmal gomawo..

Karena oppa aku bisa mengenal cinta, kebahagiaan , tangis, juga tawa

Oppa selalu memberiku support untuk semua hal yang aku lakukan

Support oppa menjadi satu kekuatan yang menjadikanku kuat

Menjadikan ku yeoja yang tidak mudah menangis

Tapi oppa..aku juga minta maaf pada oppa,

Karena pernah memaksa oppa untuk tetap mencintaiku

Karena telah menganggu hubungan oppa dengan Hyunmi

Karena aku tidak menjadi yeojachingu yang baik untuk oppa

Sekarang oppa pacaranlah dengan Hyunmi, aku tahu dia juga mencintai oppa seperti aku mencintai oppa. Jagalah dia dengan baik, jangan sakiti dia dan biarkan dia melihat namja lain arra?

Oppa untuk yang terakhir kalinya aku akan mengucapkan ini pada oppa,

Saranghaeyo Oh Sehun ❤

Untuk kesekian kalinya aku menangis membaca surat itu. Autumn, musim favoritenya benar-benar membawanya ke surga, meninggalkankan ku sendiri, membuat dia menutup mata indahnya untuk selamanya.

Aku melihat keluar jendela kamarku, melihat guguran daun-daun maples di luar sana. Memikirkan satu hal,

‘Hyesun-ah? Bagaimana kabarmu? Apakah kau bahagia di surga?’ batinku sambil tersenyum.

Saranghae Shin Hyesun, meskipun aku terlambat menyadarinya dan tidak akan pernah melihatmu lagi, namun aku percaya kau akan tetap berada disini bersamaku, tepatnya di hatiku.

 

END

 

Iklan

12 responses to “Last Autumn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s