Disturbance

disturbance haesica

 

Cast :

GG’s Jessica
SJ’s Donghae
SHINee’s Jonghyun
2NE1’s Dara
Other…

Genre : Marriage Life,Family.
Author : Park minhye (http://parkminhye.wordpress.com) (https://urifanfictworld.wordpress.com)
Rating : General
Length : Oneshoot
Other : Thankseu BoA unnie~ Disturbance nya menginspirasi hadirnya FF ini ^^ Oppadeul SHINee yang bikin aku semangat ngetik FF ini dengan lagu mereka yang berjudul “Romantic” 2NE1 dengan Lonely daan Soloist favo. Setelah Juniel, G.NA unnie ^^ Lagunya yang “I’ll be back off so you can live better” bagus banget ^-^)b
Silent readers? Jamban juseyo~
Good readers? My heart juseyo /?
WARNING : TYPO BERTEBARAN,ALUR CERITA PASARAN,BAHASA YANG TERLALU RUMIT. Tapi kalo udah klik ‘Continue reading’ berarti secara langsung sudah berikrar untuk memberikan komentar muehehe :3

“Pernahkah kau bertanya kepada dirimu sendiri? Tentang apa yang membuatmu nyaman selama ini? Jauh disana,di palung hatiku terdalam ada sedikit rasa penyesalan. Tapi kau datang dan menghapuskan rasa penyesalan itu untukku. Terimakasih untuk semuanya”-JSY


———————————————————

Jessica memijat pelan keningnya. Presentasinya hari ini berantakan,benar-benar berantakan. Mungkin Kang Corp akan mengubah pemikiran mereka untuk membeli saham.
“Argh! Betapa bodohnya diriku!”Erang Jessica frustasi dengan kata-kata menghujat dirinya sendiri. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dari luar ruangan.
“masuk”Lirih Jessica. Ia benar-benar tidak peduli siapa yang akan masuk pikirnnya benar-benar buyar.
“Cokelat hangat dihari yang dingin untukmu Lee Agasshi*” Pria bertubuh ideal memasuki ruangan Jessica dengan secangkir cokelat hangat ditangannya. Jessica sama sekali tidak menghiraukan pria tersebut.
“Pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu ”Ucap Jessica sakratis,Bukannya pergi pria tersebut justru memandangi Jessica yang sedang berwajah masam meletakkan tangan kanannya dikening.
“Apa ada masalah nona Lee?”
“Yak! Sudah kubilang padamu presentasi itu diluar kemampuanku! Biarkan aku bekerja dibidang Graphics**! Jangan paksakan aku dengan hal-hal rumitmu Lee Donghae!”Bentak Jessica pada pria didepannya. Pria itu hanya  diam seribu kata. Jessica menatap sebal pada pria itu dan segera menyambar tas kerjanya kemudian melangkah pergi. Sementara Donghae masih diam terpaku pada posisi-nya dalam hati ia memaki-maki dirinya sendiri karena telah membuat Donghae dalam keadaan sulit.
“Maafkan aku ..”Kalimat tersebut mencuat dari bibir Donghae,kalimat yang ia ingin katakan sedari tadi.

*agasshi : nona,pada jaman Joseon panggilan ini hanya untuk bangsawan. Tapi sekarang panggilan  sudah menyeluruh,semua wanita boleh memakainya.
**Graphics : Seni, bidang seni. Biasanya orang yang bekerja dibidang ini cenderung menggunakan Alat editor digital

———————————————————

“Jung Soo-Jung! Krystal!”Jessica melambaikan tangannya agar Soojung melihatnya. Berhasil,Soojung menengok ke arahnya dan segera menghampiri nya.
“Maaf terlambat..”Soojung membungkukan badannya. Jessica mengangguk perlahan.
“Makanlah,maaf jika menunya tidak sesuai akan aku pesankan lagi”Tawar Jessica pada Soojung. Soojung melihat meja makan yang mereka yang mereka tempati,Soojung menatap heran  makanan-makanan tersebut.
“kau masih tidak berubah. Kenapa kau suka sekali menghamburkan uang suamimu hanya untuk meminum satu atau dua cangkir kopi yang harganya selangit??”
“Jangan bicarakan dia! Aku sedang kesal padanya hari ini”
“ada apa? Apa kalian bertengkar lagi?”
Jessica mendesah kecil. Donghae adalah suami dari hasil perjodohan orangtua mereka  berdua saat orangtua Jessica terhimpit hutang. Mereka berdua belum pernah bertemu sebelumnya tidak mengenal satu sama lain,Jessica awalnya sangat menentang perjodohan ini tetapi dikarenakan Jessica tidak tega melihat Ayahnya yang sakit-sakitan akhirnya ia menyetujui perjodohan.
“Ne..” Jawab Jessica terdengar lemah,berbeda dari biasanya.
“Aku tahu hal itu.. cobalah untuk….” Belum selesai Soojung berbicara ponsel Jessica menjerit-jerit meminta untuk diangkat.
“Demi tuhan, siapa yang berani menelponku setelah presentasi yang berantakan tadi?”Runtuk Jessica sambil mengobrak-abrik tasnya dan setelah menemukan ponselnya justru ponsel tersebut berhenti berteriak.
19 missed cal : Donghae-ssi

“Sepertinya kau harus pulang”celoteh Soojung memandang keluar. Jessica hanya terdiam dan meminum air mineral yang ada  dihadapannya.
“Kenapa kau bersikap seperti itu”Soojung kembali angkat bicara. Kali ini dengan tatapan menusuk yang ditujukan kepada eonni yang berhadapan dengannya.
“Kau tidak akan pernah tau.. Menjalani hidup dengan pria yang tidak kau cintai bahkan kau benci sangat berat”
“Apa bedanya? Pertunanganku dengan Minho juga atas kehendak kedua orang tua kita”
“Kau mencintainya bukan? Setidaknya dalam jangka waktu 3 bulan setelah Pertunanganmu kau menerimanya bukan? Kita berbeda Krys. Entah sampai kapan-pun mungkin aku tidak akan pernah meliriknya. Apa menurutmu mudah hidup dengan orang yang tidak kau cintai dan membosankan selama hampir dua tahun? Setiap kali aku bangun aku berharap ada seseorang yang kuharapkan disisi-ku,tapi apa? Kenyataan berkata lain Statusku kini sudah berubah, Menjadi istri dari pria itu. Aku benar-benar berusaha menahan semuanya supaya terlihat baik Krys.. sementara aku merelakan masa muda-ku dirampas oleh namja brengsek macam dia” Soojung tertegun,bukan karena Jessica memanggil nya dengan nama kesayangannya melainkan penjelasan Jessica yang panjang  barusan. Dalam hati-nya Soojung merasa menyesal telah membuat Jessica terisak karena merasa masa mudanya dirampas.
“Apa kau masih terjebak dengan Kim Sunbae?”Tanya Soojung dengan nada hati-hati takut membuka luka lama dalam hati Jessica.  Jessica terdiam sejenak mencerna pertanyaan Soojung dan mengangguk pelan.Yang dimaksud Soojung dengan ‘Kim Sunbae adalah Jonghyun.. Kim Jonghyun. Jauh sebelum Donghae datang dan masuk dalam kehidupan Jessica, Jonghyun adalah orang yang mengisi hati Jessica. Mereka berhubungan selama satu setengah tahun atau setara dengan 18 bulan. Ketika itu Jessica dan Jonghyun sama-sama duduk dibangku sekolah menengah atas. Saat mendengar Jessica dijodohkan dengan seorang anak dari Presdir Lee Corp. Jonghyun benar-benar putus asa dan sempat berniat untuk bunuh diri tapi Jessica menahannya dan berjanji menjaga hati satu sama lain,saat pernikahan Jessica menginjak umur  2 tahun Jessica berjanji pada Jonghyun akan meminta bercerai pada suami-nya *re:Donghae* tetapi entah kenapa Jonghyun jarang menghubunginya sejak tiga bulan yang lalu.
Eonni,, Maafkan aku. Aku pikir .. hanya Donghae yang terluka karena sikapmu. Ternyata kau juga terluka…”
“Gwenchanaseyo..”
“Maaf, aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi… Aku harus pulang kerumah”
“Ya, aku rasa aku juga butuh beristirahat. Lagipula ini sudah cukup ”

 

—————————————–

“Kau dari mana saja? Aku khawatir tentangmu”Donghae buru-buru memberi pertanyaan kepada Jessica yang memasuki rumah dengan wajah suram,seperti biasanya.
“Apa itu yang kau sebut dengan Khawatir?”Ucap Jessica menyindir Donghae yang berada diruang TV dengan Ramyun yang baru saja dimasaknya. Donghae memperlihatkan wajah bersalahnya dan sekali lagi Jessica tidak menggubrisnya.
Mungkin benar, sampai kapan-pun Jessica tidak akan melirik Donghae arena hatinya telah terkunci.

—————————————

Jessica terduduk disebuah kursi taman  yang dipenuhi bunga-bunga dibelakangnya. Jessica kembali melirik jam tangannya. Seseorang yang ditunggunya Nampak dari kejauhan. Jessica segera berdiri dan berlari kecil menuju Jonghyun.
“Kenapa kau lama sekali?”Tutur Jessica pada orang dihadapannya dengan nada dibuat semanis mungkin.
“Sudahlah.. Mulai sekarang aku tidak perlu menunggumu lagi”
“W..waeyo?”
“Apakah menurutmu menunggu seseorang selama dua tahun itu mudah? Aku benar-benar bosan menunggu-mu. Pergilah bersama suami-mu”
“Yak! Itu tidak adil! Aku selalu menjaga hatiku!”
Jonghyun tersenyum penuh arti dan berkata
“Mulai sekarang jaga dirimu baik-baik. Cobalah untuk bersikap manis pada dia, Berjanjilah kau akan hidup bahagia tanpaku.” Setelah Jonghyun mengatakan hal tersebut ia berbalik dan meninggalkan Jessica sendirian.
“Jangan pergi Jebal.. YAK! KIM JONGHYUN BERHENTI BERMAIN-MAIN!”Teriak Jessica frustasi dengan airmata yang terus mengalir deras benarbenar menggambarkan ‘kegilaan’ Jessica terhadap orang yang bernama Kim Jonghyun ini.
Jessica berteriak tanpa henti berharap Jonghyun menoleh dan mengusap airmatanya. Seseorang tampak mengulurkan tangannya dan menawarkan sapu tangan untuk menghapus kesedihan di kedua mata Jessica. Jessica menggerakkan kepalanya keatas dan menatap wajah orang tersebut.

“AAAAAAAAA!”Teriak Jessica. Dahinya penuh keringat tetapi telapak tangannya benar-benar dingin. Jessica menyambar segelas air yang terdapat di sebelah lampu tidur lalu meneguknya sebanyak mungkin. Jarum jam yang berdenting menunjuk kearah pukul 02:00 AM.
“Hanya mimpi.. itu tidak mungkin terjadi.. tidak mungkin”Batin Jessica menenangkan dirinya sendiri meskipun mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan.

———————————-
Drrrrrrtttt…

Ponsel Jessica bergetar menandakan ada pemberitahuan baru. Jessica segera menjaring  ponsel ke tangannya.
“Selamat! Dua tahun penuh derita telah berakhir! Sekarang aku bebas menemui Jonghyun oppa dan terbebas tanpa kekangan dari suami palsu mu^^~!”

Jessica tertegun membaca sebuah notifikasi ‘Reminder’ dari Ponselnya yang ia buat dua tahun lalu,ia menengokkan kepalanya ke posisi calendar berada. Tanggal 15 Januari… berarti tepat dua tahun saat Jessica membuat janji ‘perpisahan’ pada Jonghyun. Tapi justru kini ia dilemma bahagia di satu sisi tetapi ia juga merasa janggal entah kenapa.
“Tidak.. Tidak pikiran-pikiran anehmu itu tidak akan berbuah baik Jess.. berfikir positif! Donghae pasti akan menyetujui hal ini. Aku harus membicarakannya,aku harus bersikap manis hari ini”Tukas Jessica pada dirinya sendiri. Ia berlari kecil menuju ruangan Donghae.

“Annyeong Oppa?”Jessica menampakan kepalanya diujung daun pintu ruangan Donghae.
“Eoh? Jessica ? Sejak kapan kau berada disitu? Masuklah”Donghae merangkul Jessica memasuki ruangannya. Risih? Ya,itu yang dirasakan Jessica saat ia dirangkul Donghae tapi ia menahannya.
“Aku .. ada yang harus kita bicarakan.. sekarang,tapi bukan di kantor ini. Mari pergi ke suatu tempat”
“Ne?…”

———————————-

Dengan langkah angkuhnya Jessica berjalan mendahului Donghae yang sedang sibuk merapihkan kemejanya. Teriakan dari Donghae agar Jessica menunggunya benar-benar dianggap Jessica tidak berguna.
“Kenapa kau berjalan cepat sekali seperti robot?”Ucap Donghae sembari menyamai langkah kaki Jessica yang cepat. Entah apa yang ada dipikiran Jessica tiba-tiba saja sepatu Wedges berwarna cream nya berhenti berbunyi seakan kaki Jessica terkunci. Donghae yang baru sadar Jessica tidak berada disampingnya berbalik arah menatap Jessica dengan tatapan manis. Mata Jessica.. benar-benar sudah mendung, ia benar-benar sedang berusaha membendung airmata yang menggunung di kelopak matanya. Badan Jessica gemetaran dan bibirnya menganga sekaran ia tidak percaya apa yang sedang dilihatnya.
“Jessica-ssi? Wa..waeyo?” Tangan Donghae perlahan mendekati pipi Jessica untuk menghapus air matanya yang sudah turun deras. Jessica justru menampik tangan Donghae dan menatapnya tajam. Sedetik kemudian Jessica berlari kecil ke meja makan nomor sepuluh. Donghae hanya diam ditempat dan menyaksikan apa yang akan dilakukan istrinya ini.

BRAKK”Jessica menggebrak meja nomor sepuluh dengan suara yang sangat keras. Semua orang menatap Jessica dengan tajam.
“Jessica-ssi?”Ucap sang pria yang menduduki meja bernomor sepuluh ini.
“SIAPA KAU?”Tidak menggubris Jonghyun,Jessica justru menyerang yeoja yang duduk disebelah Jonghyun. Seketika air muka yeoja tersebut kaget dan bingung.
“Jessica-ya,Ada apa?”Jonghyun kembali mengirimi pertanyaan pada Jessica yang sedang kesetanan ini. Jessica memalingkan wajahnya ke Jonghyun.
“O..oppa.. Bogoshipo..”Rintih Jessica hampir menenggelamkan Jonghyun kedalam pelukannya. Tapi Jonghyun mendorongnya perlahan supaya Jessica menjaga jarak. Tentu saja Jessica kaget dengan perilaku Jonghyun yang sekarang.
“Perkenalkan dia tunanganku,Sandara.. Sandara Park. Kami bertunangan tiga bulan yang lalu maaf lupa mengabarimu Jess..”
“Annyeonghaseyo, Sandara imnida”
Jessica hanya bisa menganga mendengar perkataan Jonghyun barusan. Hatinya bagaikan di iris menggunakan sebilah belati tajam yang tentu membat hatinya terluka. Air mata secara alami mengalir deras dari kedua pelupuk matanya,nafasnya terengah-engah. Jessica menatap Dara dengan pandangan ‘aku-tidak-percaya’. Jonghyun menunduk menatap lantai,ya lantai.. mungkin bagi Jonghyun setidaknya wajah Jessica yang menangis tidak terlihat disana.
“Kau.. dasar pria brengsek! Apa kau ingat? Tepat hari ini aku akan menemuimu dan membicarakan tentang janji kita dua tahun lalu!” Diam.. Hanya itu yang bisa dilakukan Jonghyun. Diam terpaku meskipun jauh didalam hatinya ia ingin sekali meminta maaf atas apa yang telah melukai hati Jessica detik ini.
“Katakan saja langsung,lihat mataku! Kau baru saja mengatakan dia tunanganmu bukan? Apa kau ingin menyudahinya saja denganku?Aku tahu kau pasti sudah lelah denganku,Aku tahu kau akan melupakanku,aku tahu suatu saat aku akan sangat benci padamu walaupun kau segalanya bagiku. Kau harus tau.. kau adalah alasan aku bertahan hidup selama ini Kau adalah adalah semua yang kumau tapi kenapa kau pergi? Kenapa kau membuangku seperti seonggokan daging yang busuk dan tak bernilai? Jika begini, kenapa kau mau berjanji denganku saat awal? Apa kau mengingat hari itu? Hari saat kita pertama bertemu.. Memori itu masih jelas terekam di otakku. Janji yang kau buat untukku.. Aku percaya kebohonganmu Ya,Aku memercayainya. Maaf aku sudah berbicara terlalu jauh. Aku akan enyah dari kehidupanmu sehingga kau bisa hidup lebih baik,Terimakasih untuk memori yang kau berikan padaku.Terimakasih untuk semuanya”
Jonghyun tertegun memandang punggung Jessica yang naik turun saat ia melangkah pergi. Punggung itu.. mungkin diantara Sandara dan Jonghyun bisa mengerti bahwa disana ada rasa kekecewaan dan sakit hati yang kuat,sangat kuat.

—————————-

Jessica’s POV

Awan seoul tidak secerah biasanya digantikan awan gelap dan rintik hujan yang deras. Suram? Ya.. itulah kata penggambar cuaca hari ini dan hatiku,mungkin. Tidak ada yang bisa kulakukan,hanya menenangkan diriku di halte bus ini sendirian. Tidak, sejujurnya aku tidak sendirian karena disebelahku ada pasangan kekasih yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas.

“Oppa.. aku takut”Si yeoja meringkuk ketakutan mendengar petir yang menggelegar. Si namja dengan sangat gentle melepaskan jaket musim dinginnya dan dipasangkan pada si yeoja.
“Tidak perlu takut. Oppa akan mendampingimu selalu disini. Meskipun hari ini atau besok kau tidak ada disisiku oppa akan selalu mengawasimu dari jauh dan melindungimu”

DEGHH!…

Ucapan yang sama persis yang diucapkan Jonghyun saat mendung sore. Di tanggal yang sama di halte ini tiga tahun yang lalu. Tiba-tiba dedepanku ada bayangan itu.. bayangan tiga tahun yang lalu kemudian tergantikan oleh bayangan kejadian barusan di Café. Arggh! Air mataku kembali mengucur mengingat Jonghyun tetapi disisi lain dadaku sesak seperti kekurangan oksigen saat memikirkan hal ini.

End Jessica’s POV

Jessica menangis meraung-raung ditengah-tengah hujan deras yang mengguyur kota Seoul. Ia menangis dan berteriak seperti orang gila. Empat Jam.. empat  jam hal yang sama terus ia lakukan. Dari kejauhan Nampak seorang pria dengan payung datang  dari kejauhan datang semakin dekat  wajahnya semakin jelas,Lee Donghae.
“Apa kau tidak apa? Aku membawakanmu jaket dan beberapa makanan”
Jessica masih tak bergeming,pandangannya semakin kosong. Tenaganya telah terbuang untuk berlari lima kilometer dan berteriak meraung-raung memanggil nama Jonghyun. Bahkan wajahnya yang tadinya benar-benar cantik sekarang berantakan. Kantung mata yang membesar,bekas airmata yang terlihat dipipi,rambut yang sedikit basah terkena percikan air hujan.. tidakah itu cukup untuk menggambarkan perasaan seorang Jessica sekarang?
“Kau lelah?” Tanya Donghae duduk di sebelah Jessica. Jessica mengangguk lemah,suaranya bahkan telah habis untuk memberi pernyataan ‘iya/tidak’
Donghae berjongkok didepan Jessica dan berkata “Naiklah ke punggungku” Kali ini Jessica tidak bisa memberontak atau berteriak ke Donghae. Ia hanya mengangguk pelan dan menuruti apa yang diperintah Donghae.

—————–

Kondisi Jessica membaik hari demi hari,bahkan hari ini ia bertekat untuk berangkat bekerja. Donghae? Tentu saja menemani Jessica disaat masa-masa sulitnya meskipun Danghae tidak tahu-menahu mengenai Peristiwa saat itu.
“Masuk”Jawab Jessica datar. Seperti biasa,Donghae membawakan cokelat hangat untuk Jessica meskipun Jessica tidak meminumnya.
“Cokelat hangat.. seperti biasa”Donghae meletakan secangkir cokelat itu dan duduk didepan Jessica yang focus menatap layar computer.
“iya,aku mengerti”
“oh,iya aku ingin bertanya sesuatu”
“hmm”
“eung.. tentang apa yang kau mau bicarakan denganku dihari itu.. Kau boleh mengatakannya sekarang”

DEGHH..!!

Jessica mengalihkan pandangannya dari monitor komputernya. “Kau serius mau mendengarnya?”
Donghae mengangguk keras.
“Aku.. Aku.. aku meminta kita selesai.” Jessica terbata-bata,Donghae mengernyitkan kening pertanda ia tidak mengerti apa yang Jessica katakan.
“Huh,, bahkan kau terlalu bodoh untuk memahamiku. Aku.. meminta bercerai..”

PYARR..!!

Secangkir Cokelat jatuh ketanah dan cangkirnya remuk, Disaat yang sama ada hati seorang anak manusia bernama Lee Donghae bernasib sama seperti cangkir tersebut.
“T..tapi… Kenapa? Apa yang telah aku perbuat sehingga kau berkeputusan seperti itu?”bibir Donghae bergetar. Airmatanya hampir keluar.
“Kau Mengganggu hidupku,Aku benar-benar tidak betah hidup denganmu. Kau terus memaksakan kemauanmu dan hal-hal sulitmu kepadaku. Kau juga tidak pernah mengerti apa yang aku mau dan apa yang aku butuhkan. Aku sakit menahan semua penderitaan selama ini. Saat aku bangun aku ingin ada disamping orang yang paling kucintai,tapi apa? Kenyataan berkata lain. Masa-masa yang seharusnya kuhabiskan untuk masa mudaku ter-rampas karena perjodohan yang tidak aku setujui sama sekali”
Donghae mencoba menatap ke arah jam dinding karena jika ia menatap ke arah jam dinding Jessica tidak akan melihat matanya yang berkaca-kaca,Tangannya mengepal kuat menahan emosi yang meletup-letup di kepalanya. Satu menit kemudian Donghae menatap Jessica tepat di manik matanya.
“Baiklah kalau itu maumu.. aku akan mengirimkan surat permohonan cerai secepatnya” Donghae segera berdiri dan meninggalkan ruangan Jessica.

—————–

Pagi telah datang,sang fajar telah menyingsing. Sementara Jessica masih beringsut di kasurnya.Sinar Matahari masuk melalui jendela menembus mata malas Jessica. Jessica melirik malas jam digital di dekat lampu tidurnya. Pukul 08:22 AM,Jessica terpaksa bangun dan langsung menuju dapur.
“DONGHAEE? DIMANA RAMYUN-KU? APA KAU HABISKAN RAMYUNKU?”Teriak Jessica saat sampai didapur dan mengetahui bahwa tiada Ramyun yang biasa dibuat Donghae di Minggu pagi. Jessica tertegun sejenak sejurus kemudian menepuk keningnya,ia bahkan lupa ia yang meminta bercerai.
“Tidak apa~ masih ada roti dan susu segar dikulkas”gumam Jessica,tidak.. dia sedang membuat dirinya sendiri tenang seolah bersifat ‘aku-tak-membutuhkanmu’

Jessica meletakan ‘sarapan’ nya diruang tengah dan kemudian ia tersadar bahwa …
“Eoh? Laptop Donghae tertinggal”
Jessica buru-buru mengaktifkannya. Jessica kaget saat melihat wallpapernya adalah foto-foto dirinya saat ia sedang bekerja di kantor. Ia lebih tertegun saat ada folder bernama ‘To : Jessica’. Ternyata Folder itu berisi segala hal tentang Jessica seperti foto,dan lain lain. Rasa penasaran Jessica semakin tinggi,, ada sebuah Video yang dinamai “Birthday Present”

“Jessica-ya! Selamat ulang tahun!
baguslah kau bisa menyusul umurku kkk~
Semoga sehat selalu nona Lee :p

Aku sangat bangga padamu karena bisa meyakinkan Kang Corp. untuk membeli saham perusahaan kita^^
Beberapa dari mereka sedikit menyinggung tentang ponselmu yang berulangkali berdering. Tapi mereka kagum dengan cara penjabaranmu yang membuat mereka yakin.
Ah,ya.. Beberapa hari yang lalu kita Anniversary yang ke 2tahun bukan?
Aku kagum kau bisa bertahan sejauh itu.
Padahal kau selalu mengeluh tentang perilaku-ku yang mengganggu kehidupanmu.
Dua tahun lalu kita masih belum saling kenal dan sangat canggung satu sama lain,tetapi orang tua yang menyatukan kita.
Saat aku melihatmu aku pikir “Waw,, apakah ayah bercanda menikahkanku dengan bidadari?”kkk~ kau tampak pendiam dan sayu saat pertama bertemu.
Lalu kita pergi ke Lotte World,Aku sangat ingat disana kau berkata padaku “Kau tidak perlu berusaha menyukaiku jika kau tidak suka. Tidak apa jika kau membenciku tetapi berhentilah membuang waktumu untuk berpura-pura menyukaiku” Kau tahu? Aku langsung menyukai sikapmu saat itu juga. Aku pikir kau sangat tegas dan berpendirian.
Nona Lee.. Aku tidak bisa menghadiahimu sebuah kado special seperti Tour Keliling Dunia dan sebagainya.. karena kau tahu kita masing-masing sibuk pada layar monitor  kantor kkk 😀
Tapi aku hanya bisa membuat video ini. Bagaimana? Kau suka?Aah maafkan aku,aku bukan orang yang cukup romantis seperti ex-boyfriend mu itu hehe.
Boleh aku nyanyikan satu lagu? Kumohon dengarkan.

* SJ – Marry You *

Love~ oh baby my girl

 

그댄 나의 전부 눈부시게 아름다운 나의 신부 신이 주신 선물

(Geudaen naui jeonbu nunbusige areumdaun naui sinbu sini jusin seonmul)

Kamu adalah semua keindahan bagiku, pengantinku Hadiah dari Tuhan

 

행복한가요 그대의 까만 눈에서 눈물이 흐르죠

(Haengbokangayo geudaeui kkaman nuneseo nunmuri heureujyo)

Apakah kau bahagia Air mata jatuh dari mata hitam mu

 

까만 머리 파뿌리 될 때까지도

(Kkaman meori phappuri dwil ttaekkajido)

Sampai rambut hitam mu berubah putih

 

나의 사랑 나의 그대

(Naui sarang naui geudae)

Cintaku, gadisku

 

사랑할 것을 나 맹세할게요

(Saranghal geoseul na maengsehalgeyo)

Aku akan berjanji cintaku

 

그대를 사랑한다는 말

(Geudaereul saranghandaneun mal)

Berkata aku cinta kamu

 

평생 매일 해주고 싶어

(Phyeongsaeng maeil haejugo shipheo)

Aku ingin lakukan itu sepanjang hidupku

 

Would you marry me?

Akankah kau menikah denganku?

 

널 사랑하고 아끼며 살아가고 싶어

(Neol saranghago akkimyeo saragago shipheo)

Mencintai mu dan membelaimu Aku ingin hidup di jalan ini

 

그대가 잠이 들 때마다

(Geudaega jami deul ttaemada)

Setiap waktu kau tertidur

 

내 팔에 재워주고 싶어

(Nae phare jaeweojugo shipheo)

Aku ingin itu terjadi di pelukanku

 

Would you marry me?

Akankah kau menikah denganku?

 

이런 나의 마음 허락해줄래?

(Ireon naui maeum haerakhaejullae)

Dengan hati milikku, akankah kau menerimaku

 

평생 곁에 있을게 (I do)

(Phyeongsaeng gyeothe isseulke (I do))

Sepanjang hidup, aku akan ada disampingmu, aku bersedia

 

널 사랑하는 걸 (I do)

(Neol saranghaneun geol (I do))

Untuk mecintaimu, aku bersedia

 

눈과 비가 와도 아껴주면서 (I do)

(Nun gwa biga wado akkyeojumyeonseo (I do))

Membelaimu melewati salju dan hujan, aku bersedia

 

너를 지켜줄게 (My love)

(Neoreul jikyeojulke (My love))

Aku akan menjagamu, cintaku

 

하얀 드레스를 입은 그대

(Hayan deureseureul ibeun geudae)

Dia memakai gaun putih

 

턱시도를 입은 나의 모습

(Theoksidoreul ibeun s=naui moseub)

Aku memakai tuxedo

 

발걸음을 맞추며 걷는 우리 저 달님과 별에 I swear 거짓말 싫어 의심싫어

(Balgeoreum matchumyeo gatneun uri jeo dalnimgwa byeore I swear geojitmal sirheo uisimsirheo)

Kami berjalan, mempertemukan langkah kami Demi bulan dan bintang, aku berjanji

 

사랑하는 나의 공주 Stay with me

(Saranghaneun naui gongju stay with me)

Aku tidak suka berbohong, aku tidak suka curiga Putriku tersayang ku, tinggalah bersama ku

 

우리가 나이를 먹어도 웃으며 살아가고 싶어

(Uriga naireul meogeodo useumyeo saragago shipheo)

Sekalipun kita tua Aku ingin melaluinya dengan senyuman

 

Would you marry me?

Akankah kau menikah denganku?

 

나의 모든 날을 함께 해줄래?

(Naui modeun nareul hamkke haejullae)

Akankah kau habiskan hari ku bersama ku

 

힘들고 어려워도 (I do)

(Himdeulgo eoryeoweodo (I do))

Melalui penderitaan dan kesulitan, aku bersedia

 

늘 내가 있을게 (I do)

(Neul naega isseulke(I do))

Aku akan selalu disini, aku bersedia

 

우리 함께하는 많은 날 동안 (I do)

(Uri hamkkehaneun manhneun nal dongan (I do))

Melalui banyak hari kita bersama, aku bersedia

 

매일 감사할게 (My love)

(Maeil gamsahalke(My love))

Aku akan berterima kasih setiap hari, cinta ku

 

오래 전부터 너를 위해 준비한 내 손에 빛나는 반지를 받아줘

(Orae jeonbutheo neoreul wihae junbihan nae sone bitnaneun banjireul badajweo)

Pasangkanlah cincin bersinar ini di tangan ku Yang telah aku persiapkan dari dulu

 

오늘과 같은 맘으로 지금의 약속 기억할게

(Oneul gwa gatheun naneoro jigeumui yaksok gieokhalke)

Dengan perasaan yang sama hari ini

 

Would you marry me?

Akankah kau menikah denganku?

 

평생 곁에 있을게 (I do)

(Phyeongsaeng gyeothe isseulke (I do))

Sepanjang hidup, aku akan ada disampingmu, aku bersedia

 

널 사랑하는 걸 (I do)

(Neol saranghaneun geol (I do))

Untuk mecintaimu, aku bersedia

 

눈과 비가 와도 아껴주면서 (I do)

(Nun gwa biga wado akkyeojumyeonseo (I do))

Membelaimu melewati salju dan hujan, aku bersedia

 

너를 지켜줄게 (My love)

(Neoreul jikyeojulke (My love))

Aku akan menjagamu, cintaku

 

힘들고 어려워도 (I do)

(Himdeulgo eoryeoweodo (I do))

Melalui penderitaan dan kesulitan, aku bersedia

 

늘 내가 있을게 (I do)

(Neul naega isseulke(I do))

Aku akan selalu disini, aku bersedia

 

우리 함께하는 많은 날 동안 (I do)

(Uri hamkkehaneun manhneun nal dongan (I do))

Melalui bayak hari kita bersama, aku bersedia

 

매일 감사할게 (My love)

(Maeil gamsahalke(My love))

Aku akan berterima kasih setiap hari, cinta ku

 

Rap

내가 그대에게 드릴 것은 사랑밖에 없죠

(Naega geudaeege deuril geoseun sarangbakke eobjyo)

Aku tidak mempunyai apa-apa untuk memberimu tapi cinta

 

그저 그뿐인걸 보잘것없죠

(Geujeo geu ppuningeol bojalgeot eobjyo)

Itu semua, dengan kesusahan yang berharga

 

서툴러보이고 많이 부족해도

(Seothulleoboigo manhi bujokhaedo)

Meskipun aku kaku dan banyak kekurangan

 

나의 사랑 나의 그대 지켜줄게요

(Naui sarang naui geudae jikhyeo julkeyo)

Cinta ku, gadis ku, aku akan menjaga mu

 

한가지만 약속해줄래?

(hangajiman yaksokhaejullae)

Akankah kau berjanji padaku hanya tentang satu hal

 

무슨일 있어도 우리 서로 사랑하기로…

(Musen il esseodo uri seoro saranghagiro)

Apapun yang terjadi kita akan mencintai satu sama lain

 

그뿐이야

(Geu ppuniya)

Hanya itu

 

나와 결혼해줄래? I do

(Nawa gyeolhonhae jullae? I do

Akankah kamu menikah denganku?, aku bersedia

AAh maaf suaraku tidak seindah suaramu *bow*
Jess, Maafkan aku karena tidak bisa menjadi yang terbaik. SARANGHAEYO<3

-video end-
Takbisa berkata-kata.Ya,Jessica hanya terdiam memeluk lulutnya. Sepotong roti dan susu cokelat kesukaan Jessica bahkan tak dilirik sedikitpun olehnya.
“Donghae-ssi. Apa aku terlalu egois?”Jessica menatap ponselnya saktratis,biasanya ada pesan dari Donghae untuk sekedar mengingatkan makan . “Morning nona Lee:) Jangan lupa sarapanmu sudah kusiapkan dimeja makan. Selamat makan :p”

——————————-

“Pagi Semuanya”Donghae memasuki ruangan Editor,seketika semuanya menjawab dengan senyum cerah dan membungkuk. Hanya Jessica diruang itu yang tak menghiraukan dengan kehadiran Donghae dan tetap memberikan pandangannya pada monitor komputer.
“Aku hanya ingin mengumumkan bahwa akan ada proyek besar yang bekerjasama dengan Kang corp,kali ini Comercial Filming (Iklan Televisi) yang akan ditayangkan hingga di Jepang. Kita butuh satu tim dari Graphics Designer yang handal dan berpengalaman. Untuk proyek kali ini aku putuskan untuk memilih tim…”Kata-kata Donghae terputus. Seluruh ruangan menunggu kelanjutan ucapan Donghae yang terputus. Jessica tersenyum kemenangan,meski belum diumumkan tetapi Jessica selaku ketua Tim Graphics Designer-A yakin tim A akan terpilih. Karena proyek-proyek yang bekerja sama dengan perusahaan besar sealu dikerjakan oleh Tim A. Sedangkan Tim B hanya ‘digunakan’ saat proyek kecil seperti paflet atau iklan dikoran misalnya.
“Aku memilih Tim B” Sontak Jessica langsung berdiri dari kursi dan memasang wajah tidak terima. Seluruh Tim-B yang mayoritas berumur 38tahun keatas bersorak senang.
“Tapi kualitas Tim A jauh lebih unggul dan dapat dibuktikan! Tim A juga selalu diandalkan saat perusahaan ini memiliki proyek besar lantas mengapa kau memilih mereka yang jelas kurang pengalaman!”Sontak Jessica protes. Tim B hanya bisa menunduk,sikap arogan Jessica itu seolah tampak biasa saja didepan Tim B,Ya mungkin mereka belum tau jika Donghae dan Jessica sudah berpisah..
“Jaga sikapmu Nona Jung! Aku memilih Tim B karena usia mereka yang sudah cukup untuk sesuatu yang membosankan dan juga karena mereka bekerja keras! Latih tim-mu supaya bekerja dengan baik jika tidak aku akan mencarikan pimpinan baru di Graphics Designer Team-A” Speechless.. hanya hal itu yang bisa dilakukan oleh Jessica. Terkejut dengan sikap Donghae yang biasanya baik bahkan cenderung manis sekarng benar-benar tegas dan disiplin. Jessica merasa ia seolah dipermalukan didepan umum terlebih didepan Anak buahnya sendiri /?

—————————

1 bulan berlalu,Jessica menggenggam segelas kopi kosong yang barusan dibelinya. Kosong,, Seperi hatinya saat ini. Ia merasa hidupnya sangat hambar saat Donghae pergi. Bahkan ia merindukan masa-masa dimana ia menyiksa Donghae dengan berbagai cara,entah itu menggigit tangan Donghae,menjambak rambut Donghae dan beberapa kenangan yang ter-rekam baik dimemori nya. Jessica menyusuri jalan trotoar bak orang linglung. Pandangannya kosong kakinya bahkan terlihat seperti tidak mampu lagi menahan beban berat tubuhnya,hingga akhirnya ia duduk termenung dihalte bus yang sama ketika kejadian Jonghyun tempo hari.
“Halo Donghae-ssi,,ini aku. Aku berjalan nampak seperti orang yang kehilangan akal di malam januari yang dingin,sangat dingin. Dimana dirimu? Seberapa jauh jarakmu denganku sekarang? Apa kau baik-baik saja? Disini aku masih terjatuh dan menangis. Kau tau? Aku lemah dan terluka sehingga tidak ada kekuata untuk bangkit. Akankah kau menghiburku dan mengatakan “Jangan menangis” akankah kau mengatakan bahwa “Aku merindukanmu nona Lee” Apakah sekarang kau merasa hari-harimu membosankan? Akankah kau memikirkanku dan tersenyum? Atau mungkin kau melupakanku. Meskipun aku tau seberapa banyak kau membenciku ,tidak ada yang bisa kulakukan disini. Hanya berdiam disini,di tempat penuh memori kesedihan ini. Rasanya baru kemarin saat aku menggigit tanganmu dan menyiksamu tapi sekarang kau tidak ada disini,aku tak melihatmu,ketidakhadiranmu semakin nyata bagiku. Atau.. apakah aku telah menjadi buta?Hahaha aneh. Hal yang paling ingin kukatakan padamu adalah … bahwa aku sangat berterimakasih untuk dua tahun yang kau berikan itu. Dua tahun ber status sebagai anae-mu banyak yang aku pelajari. Terimakasih” piiip.. sambungan telepon dimatikan. Hancur.. hancur sudah semuanya karena  satu orang yang bahkan sudah bertunangan.
“aku terlalu berharap kau kembali. Babo Jess. Menyiakan orang yang bahkan berada sangat dekat hahaha”Cela Jessica pada dirinya sendiri. Tawa penuh kepalsuan keluar dari bibir Jessica. Palsu? Ya,Air mata jelas-jelas mengalir deras tetapi mencoba tertawa,Munafik? Entahlah. Airmata Jessica mongering rasanya baru beberapa hari ia ‘jatuh’ karena Jonghyun dan sekarang harapan hidupnya pupus karena Donghae. Tidak itu karena ulahnya sendiri yang membuatnya sengsara. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menyesal.. menyesal.. dan menangis.

 

Jessica mengerjapkan mata sembabnya,memandang sekeliling ruangan.
“Rumah? Siapa yang membawaku kerumah?”batin Jessica. Tanpa pikir panjang Jessica langsung berlari menuju bawah tangga dan menemukan Soojung sedang menonton televisi diruang tengah.
“eonni-ya? Kau sudah bangun rupanya. Ini ada makanan yang dikirimkan eomma tadi pagi” Jessica menatap makanan itu dengan kecewa. Tidak, bukan karena eomma-nya memasakan menu yang salah. Hanya saja ia berharap yang membawanya pulang dari halte bus dan membawakan makanan adalah Donghae..
“Soojung-ah dari mana kau tau aku sedang berada dihalte bus malam?”
“Nomor tidak dikenal menghubungi eomma dan mengatakan kau sedang pingsan dihalte dekat Restaurant sushi kemudian eomma menyuruhku dan Minho oppa menjemputmu dihalte” Jessica mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Soojung. ‘nomor tidak dikenal’ adalah kuncinya.
“Karena kupikir kau sudah lebih baik,aku lebih baik pulang sekarang ya. Lain kali jangan pingsan di halte lagi”Soojung melangkah  pergi menjauh. Jessica masih terpaku ditempat duduknya sekarang. Tepat setelah Soojung pergi seseorang memasuki rumah tapi Jessica tidak menggubrisnya ,Ia pikir itu adalah Soojung yang kembali.
“Jessica-ssi…”
“Hmm?”Jessica tidak mengalihkan pandangannya pada sekotak kimchi yang dibawakan ibunya.
“Aku hanya mau mengambil laptopku yang tertinggal. Terimakasih”Suara itu… DEGH! Jantung Jessica langsung berdrbar kencang,ya.. ia mengenal suara tersebut.
“Tunggu.. jangan pergi! Jebal.. Masih dengan wajah menghadap kimchi Jessica mengatakan hal tersebut. Donghae menghentikan langkah kakinya
“mengapa kau tidak menghadiri siding perceraian kemarin?”Tanya Donghae dengan posisi memunggungi Jessica.
Tidak terdengar balasan dari Jessica. Yang terdengar hanyalah suara isakan yang ditahan. Mereka masing-masing menahan airmata yang tertahan.
“Kau ada dihadapanku sekarang. Bodoh! Tidakkah kau tau aku merindukanmu seperti orang yang sakit jiwa? Kau membiarkanku sepi dirumah seluas ini dasar kau pria jahat” Batin Jessica meneriakkan hal tersebut tetapi mulutnya terkunci dan tidak bisa berkata apa. Batinnya terkoyak mendengar suara telapak kaki Donghae yang kembali terdengar (maksudnya Donghae pergi meninggalkan Jessica dirumah itu)

 

Jessica’s POV

Kau tahu? Karma itu nyata dan jelas adanya! Apa yang telah kau perbuat akan kau dapatkan suatu hari nanti! Ingat perkataanku ini!”Ajjhuma itu berlari keluar rumah dengan derai airmata yang deras meninggalkan suaminya yang berselingkuh dengan perempuan lain. Aku terpaku mendengar kata-kata Ajjhuma di drama barusan. “Karma itu nyata dan jelas adanya” Tiba-tiba pikiranku melayang pada saat aku menatap Donghae dengan dingin,mengacuhkannya,berkata kasar padanya,dan berkata-kata yang buruk tentang Donghae. Tuhan ,kumohon maafkan aku. Sikap arogansiku ini pasti sangat menyakiti hati Donghae bukan? Apakah ini karma?

FLASHBACK
“Jessica-ya?”Tanya seseorang . Aku menoleh dan tersenyum manis pada orang tersebut,Tunggu.. kurasa dia adalah teman sekolah dasarku dulu.
Omo..Taeyeon-ssi! Lama tidak bertemu! Aaah,kau sangat cantik sekarang. Tapi tetap aku lebih tinggi darimu kkk~”
Aigoo.. Lama tidak bertemu kau tetap menghinaku aish dasar Sooyeon jelek!”Taeyeon melayangkan jitakkannya kedahiku. Dia adalah temanku saat sekolah dasar dulu,dia sering sekali menangis karena dia dituduh murid terpendek dikelas,Hahaha kami tertawa lepas dan tersenyum cerah.
“Eoh,Sica-ya! Siapa namja disebelahmu itu? Dia namjachingu-mu kah?”Tanya Taeyeon. Aku melirik Donghae malas,dia tersenyum pada Taeyeon hmm.. aku sama sekali tidak mau Taeyeon tahu tentang statusku yang sudah berkeluarga! Lalu aku harus jawab apa??
“Dia… temanku.. ya.teman”Lirihku. Ekor mataku menangkap Donghae seperti membuat garis senyum  yang palsu.
Ne,Aku teman Jessica. Lee Donghae imnida” Aku terenyuh mendengar perkataan Donghae barusan. Ada sedikit rasa bersalah ketika Donghae mengucapkannya.
“Ah,Kim Taeyeon imnida,Bagapta. Boleh aku bergabung semeja dengan kalian?”
“Tentu Taeyeon pendek”
“Terimakasih Soyeon jelek. Kalian belum memesan makanan kan? Biar aku pesankan. Ungg.. bagaimana jika 3 porsi bulgogi dengan kimchi pedas? Aku rasa menu itu cocok untuk musim dingin seperti ini”
“Baiklah”
Taeyeon memesankan makanan untuk kami bertiga. Dia masih ingat menu kesukaanku benar-benar hebat. Kami mengobrol kecil dan memflashback tentang masa-masa sekolah dulu.
“Ah, Sica-ya! Apa kau mempunyai err.. namjachingu?” DEGH! Aku harus jawab apa sekarang? Apa aku harus mengatakan ‘Aku masih berhubungan dengan Jonghyun’ atau aku harus menjawab apa Tuhan..
“A-ku.. Tidak mempunyai namjachingu
“Bagaimana denganmu Donghae-ssi?”
“Aku.. Memiliki anae yang sangat cantik,ya.. sangat cantik”Seriously,Perkataan Donghae membuatku diantara kesal dan bersalah,Aishh..
Anae? Apa dia tidak marah jika kau dan Sooyeon jelek ini pergi ke Restaurant untuk makan siang berdua?KKkk~”
“Tidak.. mereka bersahabat. Jadi anae-ku tidak akan marah”
Jinjja-yo? Ahahaha”

END OF FLASHBACK

Aku tidak tahu jika saat itu hatimu remuk. Aku seharusnya tahu jika hatimu terkoyak saat aku mengatakan kata itu. Kejam? Sangat. Mungkin dengan peristiwa ini Tuhan bermaksud mengingatkanku sebelum aku bertindak terlalu jauh.Aku yang selalu marah pada Donghae.Aku bahkan tidak pernah mendengarkan perkataannya dan hanya menganggap perkataan Donghae sebagai ocehan yang tak berguna,Aku yang selalu membuatnya marah. Tidak ada yang bisa kulakukan untukmu,maafkan aku Donghae-ssi. Maafkan aku karena kau bertemu orang yang mengerikan sepertiku. Aku selalu menginginkan kau pergi jauh dariku..Dan saat kau pergi jauh tidak ada yang bisa kulakukan pada akhirnya. Pesan agar jangan melewatkan makan darimu itu tidak terdengar lagi ditelingaku. Aku tahu ,pada akhirnya Donghae juga akan bahagia dan mencintai orang lain dan menghapusku sama seperti Jonghyun yang membuangku. Tapi aku bisa apa? Aku hanyalah sebuah bintang kesepian dalam kegelapan,sinarku telah pergi. Aku tidak berarti tanpa sinarku. Tapi sekali lagi,Aku bisa apa? Airmata ini terus mengalir seperti orang bodoh.

END JESSICA’S POV

“Akkhh.. sakit.. sangat sakit!”Jessica merintih karena sakit kepala yang tiba-tiba menyerangnya,dia berbaring di sofa warna putih yang tadi didudukinya dengan tetesan-tetesan air mata yang deras mengucur dari kelopak matanya.
Setelah beberapa saat Jessica menahan rasa sakit yang tiba-tiba menderanya akhirnya ia dapat mengendalikanrasa sakit yang luar biasa tersebut.Hati dan kepalanya terasa sakit sampai terasa akan meledak saat bayangan dirinya bersama Donghae melintasi pikirannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi,dengan sisa tenaga yang ada Jessica meraih ponselnya yang berada di meja. Tulisan “Donghae Calling…”di layar ponselnya membuat Jessica kembali duduk diposisi semula.

“Yeoboseyo? Apa kau mengenal Tn. Lee Donghae?”Suara diseberang sana berbicara. Jessica menatap layar ponselnya,Ya benar nomor Donghae yang menghubungi ponselnya. Tiba-tiba bulu kuduk (?) nya berdiri dan firasat buruk tiba-tiba terlintas.
“ne.. Aku Jessica Jung istrinya, ada apa?”
“Tn. Lee Donghae mengalami kecelakaan lalu lintas pukul 8:55 tadi. Bisakah anda datang ke rumah sakit  St. Mary Seoul? Tolong datang secepatnya” Bibir Jessica menganga lebar dan bergetar hebat,Pandangannya kosong namun mengeluarkan banyak airmata. Sakit kepala kini berganti menjadi sakit hati atau mungkin batin yang sangat hebat.
“Yeoboseyo? Apa anda masih disana? Yeoboseyo?” Jessica langsung bangun dan mengantongi ponselnya. Dengan masih berpakaian piyama gadis itu berlari menuju garasi dan segera menancap gas menuju rumah sakit. Jessica menyetir bak orang kesetanan tidak,dia menggila. Sepanjang perjalanan derai airmata tak hentinya mengalir,dipikiran gadis itu sekarang hanyalah “Aku harus cepat datang kerumah sakit”

Dirumah sakit Jessica berlari menuju lorong-lorong dengan menggunakan piyama. Beberapa suster mengira Jessica adalah pesien dari rumah sakit jiwa yang letaknya bersebelahan dengan rumah sakit ini.
“Suster dimana ruangan pasien yang bernama Donghae?”Tanya Jessica pada suster yang ditemuinya.
“Aku baru saja memindahkan Donghae keruang mayat bersama suster yang didepan itu”

DEGH!

Refleks Jessica menangis merang-raung didepan suster tersebut dan memaki-makinya tapi suster tersebut berlari sambil bergidik ngeri dan memberi pandangan aneh kepada Jessica . Kali ini semuanya menganggap ia tidak waras –tunggu,Jessica memang sedang tidak waras karena Donghae bukan?- Tidak mempedulikan pandangan yang diberikan orang pada nya , ia tetap berlari menuju ruang mayat dengan menangis meraung-raung memanggil nama Donghae.

Didepannya kini terbujur kaku mayat ‘Donghae’ dengan seluruh tubuh ditutupi kain putih. Airmatanya benar-benar pada puncaknya. Kakinya bahkan bergetar dan akhirnya tubuh gadis itu terduduk didepan mayat ‘seseorang’. Otak Jessica terus memutar-mutarkan memori dirinya bersama Donghae saat di altar mereka menikah.
“Kenapa kau tinggalkan aku? Tatap mataku! Mataku berkantung karena belakangan ini aku selalu menangis memikirkanmu! Bahkan saat tidurpun aku menangis.. Apa kau mau membalasku karena dulu aku menyiksamu? Kau tau aku mudah depresi tapi kau menyiksaku seperti ini. Kalau kau mau menyiksaku LEBIH BAIK BUNUH SAJA AKU! BUNUH AKU SEKARANG LEE DONGHAE! AKU SUDAH CUKUP TERBEBANI DAN SAKIT! Tidakkah kau sedikit empati atau mengasihaniku? Kenapa kau menghancurkanku saat aku mulai mencintaimu? Lee Donghae.. Kumohon.. Sekali saja. Aku ingin mengulangi kehidupan kita dari awal kita bertemu. Aku berjanji aku akan menjadi istri terbaik untukmu. Maafkan aku karena aku selalu menyakitimu dan berkata buruk tentangmu. Padahal kenyataanya aku lah yang menyakitimu dan terlalu sering berkata kasar padamu. Kumohon,lihat airmataku yang sudah tak terbendung ini! Bangunlah dan kita ulangi semuanya Lee Donghae. Tidakkah kau tau? Aku benar-benar gila. Ya aku gila karenamu LEE DONGHAE! BANGUNLAH,AKU BERJANJI AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUKMU! AKU BENAR-BENAR MENYESAL! LIHAT LEE DONGHAE! AKU MENGELUARKAN AIRMATA SEBANYAK INI UNTUKMU!”
“Mengapa kau menangis?”
“Karenamu baboya!!” Jessica menyadari sesuatu dan menoleh kebelakang
“LEE DONGHAE!”Gadis itu segera bangun dan memeluk Donghae erat seperti takut akan kehilangannya. Donghae tersenyum. Meski kepala dan kakinya diperban tapi ia senang karena Jessica merindukannya.
“Baboya! Kenapa kau tidak menyetir dengan baik? Aku sangat khawatir babo! Lihatlah kakimu digips dengan perban sebanyak itu omo,an kau harus menggunkan tongkat penyangga saat berjalan Aigoo benar-benar terlihat tidak praktis dan terlihat tidak…” Jessica menutup mulutnya dengan kedua tangannya,sadar ia terlalu cerewet.
“Siapa yang kau panggil baboya? Aish.. hari ini memang ada pasien bernama donghae tetapi Kim Donghae bukan Lee. Lalu ini juga bukan kamar mayat,ini kamar untuk ruang otopsi dokter pendamping babo Jess..”
Aish,Jinjja!”
“Apa yang kau ucapkan barusan benar?”
“huh?”
“Bahwa kau mengkhawatirkanku?” Jessica mengangguk pasti. Matanya yang berkantung karena banyak mengeluarkan airmata tampak berbinar saat ini.
“Would you be Mrs. Lee again?” Jessica tertegun sejenak. Ini adalah pilihan yang ditunggunya.
“Should I say yes?”
“Yak! Just say yes. Isn’t it easy?”
“ Yes mr. Lee.. I would”Keduanya tersenyum memandang satu sama lain membayangkan mereka berdua berjalan bersama diterangi cahaya bulan dan lampu jalan.

Pada akhirnya bintang menemukan cahanya-nya kembali. Cahaya itu menemani sang bintang untuk menerangi jalanan yang tampak kosong,laut yang tampak gelap sampai pagi hari tiba,sampai matahari menyapa bumi. Bintang itu membiarkan cahaya itu tetap berada disisinya dan menyimpannya didalam hati. Dalam hatinya sang bintang berjanji bahwa ia akan selalu bersama cahayanya. Meskipun dulu ia merasa angkuh dan tidak membutuhkan cahaya..Tetapi ternyata ia tidak sebahagia yang ia bayangkan. Cahayaku.. berjanjilah tetap berada disisiku sampai pada saatnya aku telah meredup,ok? ”-JSY (Jung SooYeon = Jessica’s Korean name)

THE END.

Iklan

13 responses to “Disturbance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s